Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gerombolan Paus Pilot Terjebak di Perairan Rote Ndao NTT
Kondisi paus pilot yang terjebak di perairan Rote Ndao. (Dok Polres Rote)
  • Gerombolan paus pilot terjebak di perairan dangkal Desa Fuafuni, Rote Ndao, NTT, pada Senin (9/3/2026), setelah dilaporkan warga yang melihat mamalia laut itu kesulitan saat air surut.
  • Personel Polsek Rote Barat Daya bersama nelayan setempat segera menuju lokasi menggunakan kapal bodi dan menemukan bahwa hewan yang terjebak adalah paus pilot, bukan lumba-lumba.
  • Proses evakuasi berlangsung sekitar tiga jam dengan peralatan seadanya hingga seluruh paus berhasil digiring ke laut lepas dan kembali ke habitat aman mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gerombolan paus pilot terjebak di perairan dangkal Desa Fuafuni, Rote Ndao, dan berhasil dievakuasi kembali ke laut lepas setelah proses penyelamatan berlangsung sekitar tiga jam.
  • Who?
    Personel Polsek Rote Barat Daya yang dipimpin IPDA Subur Gunawan bersama nelayan setempat melakukan evakuasi terhadap gerombolan paus pilot tersebut.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di perairan dangkal Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Kejadian dilaporkan pada Senin, 9 Maret 2026, saat air laut sedang surut di wilayah pesisir Desa Fuafuni.
  • Why?
    Paus-paus tersebut terjebak karena kondisi air laut yang surut dan sebagian tersangkut pada pukat nelayan di sekitar perairan dangkal desa itu.
  • How?
    Petugas bersama nelayan menggunakan kapal bodi dan peralatan seadanya untuk menggiring paus-paus itu menuju perairan lebih dalam hingga seluruhnya mencapai area aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak paus pilot nyasar ke air dangkal di laut Rote Ndao. Orang kampung lihat dan bilang ke polisi. Polisi sama nelayan cepat datang pakai kapal. Mereka dorong paus-paus itu pelan-pelan ke laut dalam supaya tidak mati. Lama banget, hampir tiga jam, tapi akhirnya semua paus bisa berenang lagi ke laut luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keberhasilan penyelamatan gerombolan paus pilot di perairan Rote Ndao menunjukkan kekompakan dan kepedulian tinggi antara aparat kepolisian dan nelayan setempat. Dengan peralatan sederhana, mereka bekerja sama selama berjam-jam hingga semua paus kembali ke laut lepas, mencerminkan semangat gotong royong serta perhatian nyata terhadap kelestarian biota laut daerah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Gerombolan paus pilot dilaporkan terjebak di perairan dangkal Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (9/3/2026). Kemudian dilakukan evakuasi oleh Polsek Rote Barat Daya hingga akhirnya berhasil diselamatkan.

Kapolsek Rote Barat Daya, IPDA Subur Gunawan, menyebut personelnya bersama nelayan setempat berhasil menggiring mamalia laut tersebut kembali ke laut lepas setelah evakuasi selama kurang lebih 3 jam.

1. Polisi langsung ke lokasi

Proses evakuasi paus pilot di Rote Ndao. (Dok Polres Rote Ndao)

Terdamparnya hewan laut ini bermula dari laporan warga yang melihat sekumpulan hewan laut yang diduga lumba-lumba terdampar dan terjebak di pukat nelayan saat air laut surut di perairan desa tersebut.

"Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Rote Barat Daya yang dipimpin Kanit SPKT III Aiptu Edwin Seran langsung menuju lokasi menggunakan kapal bodi dari Pelabuhan Batutua," jelas Kapolsek Rote Barat Daya.

Saat tiba di lokasi, kata dia, para petugas menemukan bahwa hewan laut yang terjebak ini ternyata merupakan gerombolan paus pilot (pilot whales).

2. Digiring ke perairan lebih dalam

Kondisi paus pilot yang terjebak di perairan Rote Ndao. (Dok Polres Rote)

Ia mengatakan kondisi air laut yang sedang surut dikhawatirkan membahayakan mamalia laut tersebut. Untuk itu personel bersama nelayan setempat segera melakukan upaya penyelamatan dengan menggiring paus-paus itu menuju perairan yang lebih dalam.

Ia juga mengatakan proses penyelamatan berlangsung cukup lama karena dilakukan dengan peralatan seadanya.

“Dengan peralatan seadanya, personel Polsek Rote Barat Daya dibantu nelayan menggiring gerombolan paus pilot ini ke perairan yang lebih dalam untuk mengantisipasi agar tidak terjebak saat air laut surut,” ujarnya.

3. Proses evakuasi tiga jam

Proses evakuasi paus pilot di Rote Ndao. (Dok Polres Rote Ndao)

Proses evakuasi berupa penggiringan paus pilot tersebut, kata dia, memakan waktu hampir tiga jam hingga akhirnya seluruh hewan laut itu berhasil mencapai perairan yang aman.

“Kurang lebih tiga jam proses penyelamatan dilakukan sampai gerombolan paus ini mencapai titik aman. Kami juga berterima kasih kepada para nelayan yang telah membantu proses penyelamatan ini,” tambahnya.

Upaya penyelamatan tersebut akhirnya berhasil. Seluruh paus pilot dapat kembali ke laut lepas sekaligus untuk menjaga kelestarian biota laut di wilayah NTT.

Editorial Team