Mataram, IDN Times - Tren gangguan mental, baik secara global maupun nasional, terus menunjukkan peningkatan, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, jumlah penduduk yang mengalami skizofrenia dan psikotik akut pada 2023 mencapai 14.292 orang.
Skizofrenia merupakan gangguan mental berat yang mempengaruhi perilaku, emosi, dan cara berkomunikasi penderitanya. Gejalanya meliputi halusinasi, delusi, serta gangguan berpikir dan perilaku. Sementara, psikotik akut adalah gangguan mental yang ditandai dengan episode psikosis mendadak, yang umumnya berlangsung singkat, dengan gejala seperti halusinasi, delusi, dan perilaku yang tidak terduga.
"Secara global, nasional, dan di NTB, tren gangguan mental terkait depresi dan stres memang meningkat. Persoalannya, hanya sedikit orang yang mengalami depresi atau stres yang mengakses layanan kesehatan. Akibatnya, yang masuk ke rumah sakit jiwa kebanyakan adalah kasus-kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Lalu Hamzi Fikri, saat dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (19/10/2024).
