Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Empat Anak Sekolahan di Mataram Terlibat Kasus Narkotika
Pengungkapan kasus narkotika di Kota Mataram. Dari lima tersangka ada juga anak di bawah umur. (Dok. Polresta Mataram)

Mataram, IDN Times - Peredaran narkotika di Kota Mataram cukup memprihatinkan. Awal bulan Juli ini saja, Satresnarkoba Polresta Mataram mengamankan empat anak yang masih dalam usia pelajar. Mereka diduga terlibat dalam tindak pidana narkotika.

Wakapolresta Mataram AKBP Syarif Hidayat mengatakan tugas bersama untuk menjaga seluruh keluarga terutama anak-anak agar tetap selalu dalam pengawasan. Menurutnya, bukan hanya tugas guru atau sekolahnya ataupun penindakan kepolisian, tetapi lebih diperlukan lagi kontrol dari para orang tua.

"Tugas sekolah atau guru hanya waktu terbatas berkisar hanya kurang lebih 7 jam, nah sisanya siapa yang mengawasi kalau bukan kita kuarganya atau orang tuanya. Polisi pun tidak mungkin bisa mengawasi satu per satu dikarenakan rasio jumlah masyarakat kota Mataram dan jumlah polisi tidak seimbang. Oleh karenanya peran orang tua sangat penting dalam hal ini," kata Syarif di Mataram, Kamis (14/7/2022).

1. Awalnya coba-coba kemudian direkrut jadi pengguna dan pengedar

Wakapolresta Mataram AKP Syarif Hidayat. (Dok. Polresta Mataram)

Syarif membeberkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap anak di bawah umur yang diamankan polisi, hampir rata-rata karena ingin coba-coba. Dengan cara diberikan cuma-cuma untuk mencicipi barang narkotika dengan tujuan agar bisa direkrut sebagai pengguna ataupun pengedar.

"Jadi para pengedar ini sudah merambah ke dunia pelajar dengan harapan mendapat pelanggan baru. Di samping itu, pengedar yang telah dewasa ini menganggap di usia tersebut lebih mudah untuk disuruh coba," jelasnya.

2. Anak-anak mudah terseret dalam penyalahgunaan narkotika

ilustrasi narkoba (IDN Times/Mardya Shakti)

Mantan Kapolres Dompu ini menyatakan pada zaman sekarang anak-anak mudah terseret dalam penyalahggunaan narkotika jika pengawasan keluarga kurang maksimal atau tidak ada sama sekali. Oleh karena itu, pemahaman agama menjadi dasar bagi anak-anak untuk bisa terhindar dari narkotika.

Serta menjadi benteng dari barang berbahaya tersebut, selain pengawasan orang tua. Syarif menambahkan langkah atau upaya dari Polresta Mataram untuk mencegah secara dini narkotika di kalangan anak di bawah umur atau usia pelajar sudah lama dan rutin dilaksanakan.

3. Gandeng BNN dan Dinas Pendidikan

Ilustrasi Badan Narkotika Nasional (IDN Times/Mardya Shakti)

Dengan menggandeng lembaga terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) upaya sosialisasi dan penyuluhan ke sekolah - sekolah sudah rutin dilakukan. Namun kegiatan ini tidak bisa secara maksimal dapat mencegah anak-anak untuk ikut atau terseret ke dunia narkotika.

"Kami menilai sekaligus berharap bahwa yang bisa mencegah kekhawatiran kita adalah tanamkan sedini mungkin ilmu agama, dan awasi secara terus menerus perkembangan anak-anak kita. Dan sekali lagi kami sampaikan bahwa tugas ini adalah tugas kita bersama,"pungkasnya.

Editorial Team

Related Article