Proses evakuasi pendaki Malaysia yang kecelakaan di Gunung Rinjani menggunakan helikopter pada Selasa (26/5/2026) pagi. (dok. SAR Mataram)
Untuk memastikan aktivitas pendakian berlangsung lebih aman, nyaman, dan tetap memperhatikan kelestarian kawasan, dilakukan perbaikan sarana dan prasarana pada enam jalur pendakian Gunung Rinjani.
Pada jalur pendakian Sembalun dilakukan pemasangan bronjong pada lokasi sebelum Pos 3, tangga Pelawangan menuju puncak, dan jalur menuju danau. Kemudian pemasangan geobag setelah Pos 4, Jalur Naga, serta tangga Pelawangan menuju puncak. Pemasangan reling besi dan tali setelah Pos 4, Jalur Naga serta perbaikan Jembatan Hijau.
Pada jalur pendakian Senaru, dilakukan pemasangan reling dan tali dari Batu Ceper menuju Pelawangan Senaru. Sedangkan di jalur pendakian Torean dilakukan pemasangan tangga besi sebelum Air Terjun Penimbungan. Selain itu, pemasangan dek besi sebagai sambungan tangga setelah Air Terjun Penimbungan dan pemasangan reling dan tali pada titik Batu Licin serta area penyeberangan sungai setelah Batu Licin serta pembangunan shelter.
Pada jalur pendakian Timbanuh dilakukan perbaikan Jembatan Kali Blimbing, serta pekerjaan reling besi, tali, dan pengeprasan lahan di kawasan Jurang Rajek. Kemudian pada jalur pendakian Tetebatu dilakukan pembuatan tangga pada jalur Mata Air Aten Manuk, pemasangan reling dan tali menuju puncak Sangkareang/Kondo serta penggantian tali dan reling menjelang Puncak Sangkareang/Kondo.
Sementara di jalur pendakian Aik Berik dilakukan pemasangan reling dan tali serta pengeprasan lahan. Dia mengimbau seluruh pendaki untuk tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas, serta menjaga fasilitas yang telah disediakan.