Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Demo Puluhan Mahasiswa IMM di Polres Bima Berakhir Ricuh

Demo Puluhan Mahasiswa IMM di Polres Bima Berakhir Ricuh
Foto saat massa IMM terlibat saling dorong dengan polisi di gerbang Polres Bima (IDN Times/Juliadin)
Share Article

Bima, IDN Times - Aksi unjuk rasa yang digelar puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Bima di depan Mako Polres Bima berujung ricuh, Selasa (12/12/2023). Sejumlah mahasiswa yang dinilai sebagai provokator langsung diamankan polisi.

Pantauan langsung di lokasi, kericuhan ini bermula saat barisan massa diperintahkan oleh orator aksi untuk maju lima langkah kedepan. Namun gerakan dihalau oleh barisan petugas yang disiagakan di gerbang utama Polres Bima. 

Massa aksi terlihat melempar air mineral ke arah petugas, sehingga memicu terjadi saling dorong dan kericuhan di antara mereka. Di tengah kericuhan itu, sejumlah kader IMM berhasil diamankan polisi.

"Oyyy lepas kader kami," teriak salah satu kader IMM.

1. Tuntut polisi agar selesaikan konflik sosial

Massa saat tiba di Polres Bima (IDN Times/Juliadin)
Massa saat tiba di Polres Bima (IDN Times/Juliadin)

Sebelumnya, massa aksi tiba di depan Mako Polres Bima sekitar pukul 10.36 Wita. Dalam aksinya, mereka mengungkap bahwa pada beberapa kecamatan di Kabupaten Bima terjadi permasalahan sosial yang sangat meresahkan masyarakat.

Konflik itu seperti perang antarkampung, pembacokan, penyeludupan narkoba dan kasus pemanahan. Sejumlah kasus tersebut dinilai terus terjadi dan keberadaannya menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat.

"Kasus ini sengaja dibiarkan oleh pihak Polres Bima. Nyatanya sampai sekarang, kasus terus saja berkepanjangan," tuding koordinator lapangan (Korlap), Abdul Naufal Selasa (12/12/2023).

2. Polres Bima dituding tak mampu selesaikan konflik di masyarakat

Foto saat bentrokan berlangsung di Kecamatan Woha, Bima (Dok/Istimewa)
Foto saat bentrokan berlangsung di Kecamatan Woha, Bima (Dok/Istimewa)

Senada juga disampaikan orator lain, Kasturi. Ia menegaskan terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat akibat kurangnya keseriusan pihak kepolisian dalam memberikan keamanan dan ketertiban.

"Padahal mangayomi dan melindungi masyarakat adalah tugas pokoknya pihak kepolisian. Hal itu sudah tertuang dalam UU kepolisian," tegas dia.

Untuk itu, ia mendesak Polres Bima agar menuntaskan persoalan perang antarkampung dan pemanahan yang terjadi belakangan ini. Sehingga masyarakat bisa merasakan keamanan dan ketertiban dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.

"Kami minta polisi agar serius tangani dan selesaikan kasus di tengah masyarakat. Supaya warga bisa hidup aman dan tentram," ujarnya.

3. Polisi sebut sudah maksimal tangani kasus di masyarakat

Foto Kabag Ops Polres Bima AKP Iwan Sugianto (IDN Times/Juliadin)
Foto Kabag Ops Polres Bima AKP Iwan Sugianto (IDN Times/Juliadin)

Kabag Ops Polres Bima, AKP Iwan Sugianto mengapresiasi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa. Ia merasa demo itu agar pihaknya bisa lebih intens dalam memberikan penanganan dan penanggulangan terhadap persoalan yang ada di tengah masyarakat. 

Terkait persoalan yang terjadi di tengah masyarakat belakangan ini, ia mengaku pihaknya sudah berupaya maksimal dalam memberikan penanganan. Namun tidak semua kasus bisa diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.

"Tidak semua bisa kami lakukan. Yang jelas sampai sekarang, anggota kami masih disiagakan di TKP yang menjadi lokasi kericuhan," tandasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Linggauni -
Juliadin JD
EditorJuliadin JD

Latest News NTB

See More

Konservasi Bambu Bikin Lembah Datu Jadi Wisata Hits di Lombok

27 Jun 2026, 17:00 WIBNews