Petani sedang menjemur padi hasil panenan.(IDN Times/Daruwaskita)
Wahyudin menyebutkan potensi penurunan produksi padi yang cukup besar pada Januari–April 2024 dibandingkan periode yang sama pada 2023 di NTB terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Bima.
Sementara itu, potensi kenaikan produksi padi pada Januari-April 2024 terjadi di Kabupaten Lombok Utara dan Kota Mataram. Pada Januari 2024, produksi beras diperkirakan sebanyak 18,23 ribu ton, dan potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April 2024 ialah sebesar 324,66 ribu ton.
Sehingga potensi produksi beras pada Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 342,89 ribu ton. Produksi beras mengalami penurunan sebesar 156,25 ribu ton atau 31,30 persen dibandingkan dengan produksi beras pada Januari−April 2023 yaitu sebesar 499,13 ribu ton.
Wahyudin menyebutkan luas panen padi pada 2023 mencapai sekitar 287,51 ribu hektare, mengalami kenaikan sebanyak 17,42 ribu hektare atau 6,45 persen dibandingkan luas panen padi di 2022 yang sebesar 270,09 ribu hektare.
Produksi padi di NTB pada 2023 sebesar 1,54 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 85,59 ribu ton atau 5,89 persen dibandingkan produksi padi pada 2022 yaitu sebesar 1,45 juta ton GKG.
"Produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 876,27 ribu ton, mengalami kenaikan sebanyak 48,75 ribu ton atau 5,89 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 827,52 ribu ton," sebutnya.