Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BGN Setop Pembangunan Dapur MBG di NTB, Satgas Ungkap Penyebabnya!

BGN Setop Pembangunan Dapur MBG di NTB, Satgas Ungkap Penyebabnya!
Ilustrasi dapur MBG di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BGN menghentikan pembangunan dapur makan bergizi gratis di NTB karena 732 SPPG yang ada sudah mencukupi untuk melayani sekitar 1,9 juta penerima manfaat di sepuluh kabupaten/kota.
  • Dari total 732 dapur MBG, sebanyak 75 unit masih dalam tahap penyelesaian akhir namun telah mendapat izin operasional dan memiliki kelompok penerima manfaat masing-masing.
  • Satgas MBG menegaskan setiap SPPG wajib mencantumkan harga menu agar transparan serta menjaga kualitas dan kuantitas makanan sesuai ketentuan program.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mataram, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) menyetop pembangunan dapur makan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 732 dapur MBG yang ada saat ini dinilai sudah lebih dari cukup untuk men-cover 1,9 penerima manfaat yang tersebar pada 10 kabupaten/kota di NTB.

"Untuk saat ini, pembangunan SPPG baru sudah disetop. Untuk wilayah NTB sudah disetop," kata Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani dikonfirmasi di Mataram, Jumat (13/3/2026).

1. Tercatat sebanyak 732 SPPG sudah dibangun di NTB

IMG_20251125_102714_562.jpg
Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Fathul menyebutkan saat ini sudah ada 732 SPPG yang dibangun di NTB. Jika dikalikan sebanyak 3.000 penerima manfaat per satu SPPG, maka penerima manfaat mencapai 2,1 juta orang.

Padahal, jumlah sasaran penerima manfaat MBG di NTB sebanyak 1,9 juta orang. "Sehingga yang perlu kita sasar ini adalah lansia jadi penerima manfaat," kata dia.

Data Satgas MBG Provinsi NTB per 1 Februari 2026, program MBG telah menjangkau hampir 1,9 juta orang. Di sektor pendidikan dasar, siswa SD kelas 1 hingga 3 menjadi kelompok terbesar dengan jumlah 278.009 jiwa, disusul oleh siswa SD kelas 4 hingga 6 sebanyak 266.110 jiwa.

Pada jenjang pendidikan menengah, program ini menjangkau 182.853 siswa SMP, 117.937 siswa MTs, serta total lebih dari 260.000 siswa di tingkat SMA, SMK, dan MA. Selain itu, program MBG juga menyasar 205.836 Balita, 88.814 anak PAUD, dan 117.827 anak TK. Kemudian Ibu Hamil 32.902 jiwa dan Ibu Menyusui 76.596 jiwa, 117.346 guru, 16.554 tenaga kependidikan, serta 8.194 kader Posyandu.

2. Sebanyak 75 dapur MBG di NTB dalam tahap finishing

IMG-20260214-WA0036.jpg
Paket MBG makanan kering untuk siswa SDN 34 Ampenan Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dari 732 dapur MBG yang sudah dibangun di NTab, sebanyak 75 SPPG masih dalam tahap penyelesaian atau finishing. Menurut Fathul, puluhan dapur MBG itu sudah mendapatkan izin dari BGN, mereka tinggal menuntaskan pembangunan.

"Dia sudah mendapatkan izin, tinggal operasionalnya. Itu sudah masuk hitungan sebanyak 732 SPPG iitu dan sudah ada kelompok penerima manfaatnya," kata dia.

3. SPPG wajib cantumkan harga menu MBG

FB_IMG_1772020249766.jpg
Menu MBG untuk tiga hari yang diterima peserta didik di Lombok Tengah. (dok. Istimewa)

Asisten I Setda NTB itu mengingatkan kepada seluruh pengelola SPPG di NTB supaya jangan mengurangi menu MBG. Saat ini, semua elemen masyarakat bisa mengawasi program MBG.

"Sehingga kita tekankan bahwa menu MBG jangan sekali-kali dikurangi baik itu kuantitas maupun kualitasnya. Sesuaikan dengan harga yang tertera. Sehingga makanya BGN mengeluarkan aturan transparansi itu dalam bentuk cantumkan harga menu MBG yang disajikan," tandas Fathul.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More