Banjir Terjang Lombok Barat, Seorang Warga Sekotong Meninggal Dunia

Lombok Barat, IDN Times - Bencana banjir menerjang dua desa di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 19.00 WITA. Bencana banjir menerjang Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Blongas, Kecamatan Sekotong.
Banjir setinggi pinggang orang dewasa itu menyebabkan korban jiwa. Seorang perempuan di Desa Persiapan Blongas dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, banjir juga menyebabkan satu rumah warga hanyut.
1. Hujan lebat disertai angin kencang

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin menjelaskan bahwa pada Selasa (13/1/2026), telah terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan disertai dengan angin kencang secara merata di Kabupaten Lombok Barat, sehingga menyebabkan air sungai meluap.
Akibat banjir tersebut, sebanyak 570 kepala keluarga atau 1.711 jiwa terkena dampak di Desa Persiapan Pengantap. Sementara di Desa Persiapan Blongas, seorang warga atas nama Nurinah (69), meninggal dunia.
2. Kebutuhan mendesak warga terdampak banjir

Upaya yang dilakukan, BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan stakeholder terkait. Selanjutnya, Tim BPBD Kabupaten Lombok Barat melakukan penanganan dan asesmen ke wilayah yang terdampak bencana.
Penanganan di lapangan melibatkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Lombok Barat, TNI/Polri, aparatur desa dan masyarakat setempat. Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak banjir adalah terpal, matras, makanan siap saji dan baby kids.
"Kondisi saat ini, banjir belum surut," kata dia.
3. Banjir juga menerjang wilayah Lombok Tengah

Selain itu, bencana banjir juga menerjang Desa Montong Ajan dan Desa Kabul Kecamatan Praya Barat Daya pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 19.30 WITA. Terkait dampak, petugas masih melakukan pendataan di lapangan.
BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah dan stakeholder terkait. Kemudian, Tim BPBD Kabupaten Lombok Tengah sedang dalam perjalanan menuju lokasi terdampak bencana.
Dikatakan, saat ini sebagian besar wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian kecil lainnya masih dalam periode peralihan musim.
Potensi hujan cukup signifikan dalam 7 hari mendatang, sehingga masyarakat diimbau agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air.
Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.


















