Banjir Terjang Dompu: Makam Jebol, Jenazah Hanyut Terseret Arus

Mataram, IDN Times - Banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (7/1/2026). Tiga kecamatan yang diterjang banjir yaitu Kecamatan Hu'u, Kecamatan Kilo dan Kecamatan Pajo akibat hujan lebat sejak pukul 16.00 - 18.00 WITA.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi mengatakan kecamatan Hu'u menjadi wilayah yang terdampak cukup parah. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan sebuah makam atau pekuburan umum jebol. Di Dusun Konca Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu'u, sebanyak 51 rumah yang dihuni 204 jiwa terendam banjir. Kemudian tiga tembok rumah warga roboh.
"Pagar kuburan juga roboh. Mayat yang sudah dikubur 25 hari terseret banjir dan diupayakan penguburan kembali," kata Ahmadi, Kamis (8/1/2026).
1. Rumah warga terendam banjir

Ahmadi menambahkan di Desa Rasabou, sebanyak 31 rumah warga terendam banjir dengan jumlah 124 jiwa. Kemudian dua unit rumah roboh pada bagian tembok. Ketinggian air mencapai 50-80 cm. Sementara di Dusun Sigi, sebanyak 27 rumah warga terendam yang dihuni 108 jiwa. Selanjutnya di Dusun Sandang Pangan Desa Daha, Kecamatan Hu'u sebanyak lima rumah warga atau 20 jiwa yang terendam banjir dengan ketinggian air 30-50 cm dan satu kios jebol.
Sedangkan dampak banjir di Kecamatan Kilo, sebanyak 200 KK (800 jiwa) di Desa Lasi, Kramat, dan Mbuju terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm.Sementara di Kecamatan Pajo, air merendam Pondok Pesantren Al-Ihwan di Desa Lepadi.
2. Banjir di Kabupaten Sumbawa Barat

Selain Dompu, wilayah Kabupaten Sumbawa Barat juga diterjang banjir pada pukul 12.15 WITA. Hujan lebat yang terjadi sejak pukul 10.00 WITA menyebabkan Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, terendam.
Sebanyak 15 rumah atau 60 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian air masuk ke dalam rumah antara 10–50 cm. Selain itu, dilaporkan 10 karung gabah milik petani setempat turut terendam air.
Ahmadi menyatakan bahwa tim reaksi cepat BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat dan koordinasi lintas sektor. Di kedua kabupaten, air dilaporkan telah mulai surut. Kebutuhan mendesak saat ini adalah logistik, bantuan tanggap darurat, dan pembersihan material lumpur di fasilitas umum.
3. Waspada cuaca ekstrem 10 hari ke depan

Ahmadi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat sebagian wilayah NTB telah memasuki puncak musim hujan. Warga diminta menjaga kebersihan saluran drainase dan mewaspadai potensi angin kencang.
"Masyarakat juga mewaspadai banjir bandang yang dapat terjadi secara tiba-tiba dalam 10 hari ke depan," kata dia.

















