Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

ASITA NTT Usul Pelayaran Wisata Labuan Bajo Tak Tutup Total

Suasana Pelabuhan Marina Labuan Bajo sepi dari aktivitas wisata. (Dok ASITA NTT)
Suasana Pelabuhan Marina Labuan Bajo sepi dari aktivitas wisata. (Dok ASITA NTT)

Kupang, IDN Times - Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia menanggapi penutupan pelayaran wisata di Labuan Bajo akibat cuaca buruk. Ketua ASITA Nusa Tenggara Timur (NTT), Oyan Kristian, mengusulkan agar penutupan ini dilakukan secara parsial dan tidak ditutup total.

Beberapa kali penutupan pelayaran ini, kata Oyan, berdampak pada jalannya wisata dan perekonomian di Labuan Bajo serta terjadi permasalahan baru terkait pengembalian biaya. Pelabuhan Marina dalam beberapa hari terakhir pun terpantau sepi tanpa aktivitas wisata.

1. Dibuka secara parsial untuk area tak terdampak cuaca buruk

Suasana Pelabuhan Marina Labuan Bajo sepi dari aktivitas wisata. (Dok ASITA NTT)
Suasana Pelabuhan Marina Labuan Bajo sepi dari aktivitas wisata. (Dok ASITA NTT)

ASITA meminta aturan larangan berlayar ini dapat ditinjau ulang lagi oleh Kantor Kesyahbandarancdan Otoritas Pelabuhan (KSOP), apakah penutupan secara keseluruhan di wilayah Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, atau khusus di wilayah lainnya yang tidak terdampak cuaca buruk. Pihaknya juga mengusulkan agar adanya pembukaan pelayaran secara parsial di wilayah yang tidak terdampak gelombang tinggi dan cuaca buruk.

"Misalnya dengan sistem buka tutup parsial ya. Artinya kalau ke spot wisata yang lebih jauh seperti Pulau Padar dan Pulau Komodo itu berbahaya karena cuaca buruk, mungkin izin tetap diberikan ke destinasi terdekat dan aman, misalnya ke Pulau Rinca yang juga ada komodo," tukasnya.

Oyan menyebut usulan ini pun tetap mematuhi otoritas atau kewenangan dari KSOP namun sedapatnya hal ini dipertimbangkan agar roda pariwisata di Labuan Bajo tidak benar-benar mati.

"Tidak ditutup secara menyeluruh tetapi dibuka parsial di destinasi tertentu yang masih aman untuk dikunjungi dengan pertimbangan ekonomi tentu saja namun kembali ke prioritas yaitu keselamatan dan keamanan tamu sesuai keputusan dari otoritas terkait," tukasnya lagi.

2. Temuan ASITA usai penutupan pelayaran

Suasana Pelabuhan Marina Labuan Bajo sepi dari aktivitas wisata. (Dok ASITA NTT)
Suasana Pelabuhan Marina Labuan Bajo sepi dari aktivitas wisata. (Dok ASITA NTT)

Pemberhentian pelayaran dari KSOP ini merupakan kondisi force majeure yang wajib ditaati karena persoalan cuaca ekstrem dan sesuai rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sementara temuan ASITA NTT mendapati adanya ketidakseragaman kebijakan pengembalian uang konsumen (refund) akibat banyaknya perjalanan yang batal karena cuaca ekstrem.

"Terpaksa harus dibatalkan dan terjadi banyak permasalahan soal proses refund. Tidak adanya keseragaman aturan-aturan yang ditetapkan oleh booth operator dan tour operator, maupun hotel-hotel," kata dia.

Ada operator yang rela melakukan refund atau pengembalian dana 100 persen. Namun beberapa kapal lainnya tidak mau mengembalikan, alasannya sudah dibelanjakan untuk operasional dan logistik perjalanan.

Tour operator pun demikian, kata dia, tidak bisa mengembalikan uang pengguna jasa sampai 100 persen. Ada yang menawarkan uang yang dibayarkan menjadi floating deposit untuk trip berikutnya namun tamu enggan karena belum tentu bisa kembali ke Labuan Bajo lagi.

3. Hal yang sama terjadi pada perhotelan

Suasana Pelabuhan Marina Labuan Bajo sepi dari aktivitas wisata. (Dok ASITA NTT)
Suasana Pelabuhan Marina Labuan Bajo sepi dari aktivitas wisata. (Dok ASITA NTT)

Begitu pun pihak hotel yang tidak bisa mengembalikan uang atas kamar yang telah dipesan konsumen. Menurut pihak hotel, tamu masih bisa menginap sesuai reservasi. Sedangkan tamu memilih refund dan tak ingin menginap karena tujuan mereka ke datang untuk menikmati pelayaran ke Taman Nasional Komodo.

"Ketidakseragaman ini menjadi permasalahan baru di lapangan bahwa dengan adanya pembatalan-pembatalan trip ini juga berpengaruh pada ekonomi masyarakat di Labuan Bajo," kata dia.

Sebelumnya KSOP mengeluarkan maklumat pelayaran yang berisi penghentian sementara persetujuan berlayar bagi semua kapal wisata (termasuk speed boat) dari 20- 27 JANUARI 2026. Penutupan ini berlaku sampai cuaca membaik kembali berdasarkan informasi dari BMKG.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

ASITA NTT Usul Pelayaran Wisata Labuan Bajo Tak Tutup Total

22 Jan 2026, 07:00 WIBNews