Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anggota TNI Diduga Tikam Tiga Brimob saat Pesta di Labuan Bajo
Ilustrasi polisi pelaku pelecehan seksual disanksi dan pidana. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)
  • Tiga anggota Brimob NTT terluka akibat dugaan penikaman oleh anggota TNI saat pesta pelantikan di Labuan Bajo, dan kini kasusnya diselidiki tim gabungan Propam Polda NTT serta POM AD.
  • Kapolda NTT, Pangdam IX/Udayana, dan Danrem 161/Wira Sakti langsung berkoordinasi untuk memastikan penyelidikan berjalan transparan tanpa mengganggu sinergi antara TNI dan Polri di wilayah tersebut.
  • Situasi Labuan Bajo dilaporkan tetap kondusif; masyarakat dan wisatawan diminta tenang karena proses hukum sedang berlangsung dan aktivitas publik dapat berjalan seperti biasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tiga anggota Brimob diduga menjadi korban penikaman oleh seorang anggota TNI saat menghadiri acara pelantikan di Labuan Bajo. Kasus ini sedang diselidiki oleh tim khusus gabungan Propam Polda NTT dan POM AD.
  • Who?
    Korban adalah Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK dari Satbrimob Polda NTT. Pelaku diduga seorang anggota TNI yang identitasnya per saat ini masih belum diketahui.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Ketiga korban dirawat di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Kamis dini hari, 11 Juni 2026, saat pesta syukuran pelantikan anggota Brimob berinisial Bripda JGR sedang berlangsung.
  • Why?
    Berdasarkan keterangan awal kepolisian, insiden dipicu kesalahpahaman komunikasi yang terjadi menjelang akhir acara dan memunculkan gesekan spontan antar beberapa anggota di lokasi.
  • How?
    Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan Propam Polda NTT dan Polisi Militer AD untuk mengusut kronologi serta memastikan proses berjalan transparan. Situasi di Labuan Bajo dilaporkan sudah kondusif dan terkendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada pesta di Labuan Bajo, lalu ada tiga polisi Brimob yang ditusuk oleh seorang tentara. Mereka luka dan dibawa ke rumah sakit. Sekarang sudah ada tim khusus dari polisi dan tentara yang mencari tahu kenapa bisa terjadi. Para pemimpin mereka sudah bicara bersama supaya tetap akur. Sekarang tempatnya sudah aman lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Tiga Anggota Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi korban penikaman yang diduga dilakukan oleh anggota TNI. Ketiganya mengalami luka tusuk saat menghadiri acara pelantikan seorang anggota Brimob berinisial JGR.

Duduk perkara yang jelas dan gambaran lengkap mengenai perkara ini akan diusut oleh tim khusus yang sudah dibentuk. Tim tersebut merupakan gabungan dari Bidang Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD).

"Tim ini akan melakukan pemeriksaan dan pendalaman fakta di lapangan," jelas Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra pada Kamis (11/6/2026).

1. Koordinasi langsung Kapolda, Pangdam, dan Danrem

Propam Polda NTT dan Denpom AD usut kasus anggota TNI tikam Brimob di Labuan Bajo. (Dok Polda NTT)

Henry mulanya menyebut Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono sudah saling berkoordinasi pasca peristiwa yang terjadi di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (11/6/2026) dini hari ini.

Tim tersebut kemudian dibentuk. Pendalaman secara obyektif dari tim yang akan turun ini, kata dia, dilakukan agar seluruh proses berjalan transparan, profesional, dan berdasarkan fakta yang sebenarnya.

Ia menegaskan koordinasi cepat ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak mengganggu hubungan baik dan sinergitas antara TNI dan Polri di NTT.

"Kapolda NTT dan Pangdan IX/ Udayana serta Danrem memiliki komitmen yang sama bahwa kejadian ini merupakan kesalahpahaman yang bersifat spontan," tegas dia.

Hal yang sama dilakukan juga oleh Kapolres Manggarai Barat bersama Dandim 1612/Manggarai Barat agar masyarakat hingga wisatawan tidak terganggu oleh hal tersebut.

2. Gejolak terjadi pada dini hari

Tim khusus melakukan olah TKP kasus TNI tikam Brimob di Labuan Bajo. (Dok Polres Manggarai Barat)

Sementara Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK yang menderita luka tusuk telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

Berdasarkan informasi sementara, kata Henri, gejolak yang memicu kejadian itu berlangsung setelah pesta syukuran menjelang dini hari.

"Saat memasuki dini hari, terjadi kesalahpahaman komunikasi yang kemudian memicu gesekan spontan antara beberapa anggota di lapangan," ujarnya.

3. Situasi kondusif

Kabid Humas Polda NTT Henry Novika Chandra. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Terkait dengan kondisi pasca kejadian ini, lanjut dia, warga dan wisatawan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, diimbau untuk tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

"Karena situasi sangat kondusif dan sudah aman terkendali. Kami pastikan Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Percayakan proses penanganan kepada institusi yang saat ini sedang bekerja," tegasnya.

Ia mengatakan TNI-Polri di NTT tengah menyelesaikan masalah ini dan tidak akan mengganggu tugas utama dalam menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan

Editorial Team

Related Article