38 Siswa SD/MI di Lombok Tengah Diduga Keracunan Susu MBG

Lombok Tengah, IDN Times - Sebanyak 38 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, diduga keracunan susu Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Puluhan siswa yang keracunan susu MBG merupakan siswa di SDN 1 Darmaji dan MI Hadayatussholihin Darmaji.
Kepala Desa Darmaji, Suhaidi membenarkan kejadian itu. "38 siswa ini minum langsung susunya. Dia ndak bawa pulang, tapi langsung diminum," kata Suhaidi saat dikonfirmasi, Sabtu malam (17/1/2026).
1. Kronologi puluhan siswa SD/MI keracunan MBG

Dia mengungkapkan kronologi kejadian dugaan keracunan MBG yang menimpa 38 siswa SD/MI di Desa Darmaji. Sekitar pukul 09.00 WITA, sejumlah siswa mengonsumsi susu yang disuplai oleh pihak SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selang beberapa waktu setelah mengonsumsi, sejumlah siswa mengeluhkan gejala klinis berupa mual dan pusing. Korban awal berasal dari MI Hadayatussholihin Darmaji dan SDN 1 Darmaji, yang kemudian dilarikan ke Puskesmas Pengadang. Seiring bertambahnya jumlah siswa yang mengeluhkan gejala serupa, sebagian korban dirujuk ke Puskesmas Muncan untuk mendapatkan penanganan medis.
Tidak lama setelah siswa/siswi mengalami pusing dan mual, pihak SPPG mengirim chat WhatsApp di grup sekolah, supaya susu jangan diminum dulu agar dikumpulkan dan diganti karena sebagian susu sudah expired. Namun pihak sekolah menyampaikan susu sudah habis diminum.
Sekitar pukul 10.00 WITA, sebagian siswa/siswi yang dirawat di Puskesmas Pengadang dan Muncan dibolehkan pulang. "38 siswa itu saya bawa ke puskesmas. Ada yang ke Puskesmas Pengadang dan Puskesmas Muncan. Sekarang masih ada dua orang masih diinfus, dirawat inap," ucap Suhaidi.
Dia mengatakan kasus keracunan MBG di Desa Darmaji merupakan yang pertama kali. Kuat dugaan, susu MBG sudah kedaluwarsa. Ada susu yang expired per tanggal 16 Januari 2026 dan 17 Januari 2026.
"Makanya kuat dugaan saya mereka keracunan karena susunya, karena masif (banyak) siswa yang keracunan. Kalau hanya sakit biasa tidak sampai 38 orang, mungkin satu atau dua orang," kata dia.
2. Dinas Kesehatan ambil sampel susu MBG

Dari 38 siswa yang diduga keracunan MBG, sebanyak 14 orang dirawat di Puskesmas Muncang dan 24 orang di Puskesmas Pengadang. Namun, kini tinggal dua orang yang masih dirawat, sedangkan sisanya sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
Setelah kejadian itu, Dinas Kesehatan Lombok Tengah sudah melakukan pengamanan sampel susu dari lokasi kejadian untuk dilakukan uji laboratorium. Kemudian koordinasi awal dengan pihak sekolah untuk menghentikan sementara konsumsi produk dari batch yang sama.
3. Polisi dalami penyebab puluhan keracunan susu MBG

Terpisah, Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah Iptu Lalu Brata Kusnadi mengatakan polisi sudah mendapatkan laporan terkait kasus dugaan keracunan MBG yang menimpa puluhan siswa SD/MI di Desa Darmaji Kecamatan Kopang. Puluhan korban langsung dibawa ke puskesmas, dan sekarang tinggal dua orang yang masih dirawat
"Langkah yang dilakukan kepolisian, kita ambil sampel kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk uji lab. Makanya itu yang masih kita uji (penyebab keracunan), kita minta ahlinya. Jadi kami sampai saat ini, Polres masih mengecek ke SPPG," kata Brata dikonfirmasi Sabtu malam.
Dia mengatakan gejala yang dialami para siswa yaitu muntah-muntah setelah mengonsumsi susu dari program MBG. Hal itu berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak puskesmas. MBG yang disalurkan ke SDN 1 Darmaji dan MI Hadayatussholihin disuplai oleh Yayasan Darul Mukti Monggas.


















