Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
106 Penumpang KM Putri Yasmin Dievakuasi ke Bali dan Lombok
Proses evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin yang selamat menggunakan kapal Basarnas KN 220 Mataram di Pelabuhan Lembar Lombok Barat, Rabu (12/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Sebanyak 106 penumpang KM Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Padangbai, Bali, dan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.
  • Evakuasi melibatkan KMP Portlink, KN 220 Mataram Basarnas, kapal TNI AL, serta koordinasi dengan TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, dan SAR Denpasar.
  • Kebakaran terjadi pukul 04.15 WITA dalam pelayaran Padangbai-Lembar; tiga korban dievakuasi lebih awal, dengan dua selamat dan satu meninggal dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Barat, IDN Times - Sebanyak 106 penumpang KM Putri Yasmin yang terbakar di Perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, dievakuasi ke Pelabuhan Padangbai Bali dan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026). Para korban dievakuasi menggunakan KMP Portlink, KN 220 Mataram milik Basarnas dan Kapal TNI Angkatan Laut (AL).

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi menjelaskan pihaknya juga berkoordinasi dengan TNI AL dan Ditpolairud Polda NTB untuk melakukan proses evakuasi kepada korban. Dia mengatakan lokasi terbakarnya KMP Putri Yasmin merupakan jalur perlintasan kapal dari Padangbai-Lembar dan sebaliknya.

Dari 106 penumpang yang berhasil dievakuasi, sebanyak 30 korban dievakuasi menggunakan KMP Portlink menuju Pelabuhan Padangbai, Bali. Kemudian sebanyak 59 penumpang dievakuasi menggunakan kapal Basarnas KN 220 Mataram menuju Pelabuhan Lembar.

Selain itu, sebanyak 17 penumpang dievakuasi menggunakan kapal milik TNI AL menuju Pelabuhan Lembar. Puluhan korban selamat yang dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, selanjutnya dibawa ke ruang kesehatan Terminal Pelabuhan Lembar untuk proses penanganan lebih lanjut.

"Untuk koordinasi dengan Kantor SAR Denpasar kami melibatkan kapal milik SAR sama-sama membantu proses evakuasi," jelasnya.

Sebelumnya, tiga orang korban dievakuasi lebih dulu menggunakan speedboat oleh Tim SAR gabungan. Dari tiga korban, dua orang dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal dunia. Untuk korban meninggal dunia langsung dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD NTB di Kota Mataram.

Peristiwa terbakarnya KMP Putri Yasmin terjadi pada pukul 04.15 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Setelah menerima laporan darurat pada pukul 05.39 WITA, Kantor SAR mengerahkan personel untuk melakukan proses evakuasi.

​Kantor SAR Mataram mengerahkan KN 220 Mataram, Rigit Inflatable Boat (RIB), dan Rigit Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Selain itu, Kantor SAR Mataram berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.

Karena situasi yang darurat, Kantor SAR Mataram juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Denpasar. Kantor SAR Denpasar turut mengerahkan KN SAR Arjuna untuk membantu proses evakuasi. Selain itu juga mengerahkan helikopter dari SGi Air Bali untuk pantauan yang lebih luas melalui udara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article