Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Padam, Jalur Pendakian Senaru Rinjani Kembali Dibuka

Kota Mataram
4 min read
Karhutla Padam, Jalur Pendakian Senaru Rinjani Kembali Dibuka
Area camp pendaki di Gunung Rinjani. (IDN Times/Istimewa)
  • BTNGR membuka kembali jalur pendakian Senaru mulai 3 Oktober 2026 setelah asesmen bersama stakeholder memastikan kebakaran padam serta sarana pendakian aman digunakan.
  • Kuota lima pintu masuk Rinjani—Sembalun, Senaru, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik—kembali normal; pemesanan eRinjani dibuka pada 3 Oktober pukul 06.00 WITA.
  • Jalur Torean masih ditutup akibat karhutla; BTNGR mencatat 1.098,75 hektare hutan terdampak kebakaran, sementara total kuota enam jalur mencapai 700 pendaki per hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) kembali membuka jalur pendakian Senaru di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat mulai Sabtu, 3 Oktober 2026. Jalur pendakian Senaru sempat ditutup sejak 26 September 2026 akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Setampol dan Puncak Sangkareang wilayah Resor Torean serta Pelawangan Senaru Resor Senaru Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I.

Pembukaan kembali jalur pendakian Senaru berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan BTNGR Nomor PG.8/T.39/TU/KSA.04.01/B/10/2026 tentang Pembukaan Kembali Jalur Wisata Pendakian Senaru Taman Nasional Gunung Rinjani, Jumat, 2 Oktober 2026. Selain itu, kuota pendakian pada lima pintu masuk Rinjani kembali normal setelah dibatasi sejak 1 September 2026 lalu.

  1. 1. Pemadaman kebakaran hutan telah selesai dilaksanakan

    Tim gabungan JJalur Pendakian Senaru Lombok Utara. (dok. Istimewa)
    Tim gabungan JJalur Pendakian Senaru Lombok Utara. (dok. Istimewa)

    Kepala BTNGR Budhy Kurniawan menjelaskan alasan pembukaan kembali jalur pendakian Senaru. Pembukaan jalur pendakian tersebut mengacu hasil evaluasi dan asesmen mandiri yang dilaksanakan di jalur wisata pendakian Senaru Taman Nasional Gunung Rinjani. Asesmen dilakukan BTNGR bersama stakeholder terkait pada 30 September sampai 1 Oktober 2026.

    Dari hasil evaluasi dan asesmen, proses pemadaman kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Bukit Setampol dan Puncak Sangkareang wilayah Resor Torean serta Pelawangan Senaru Resor Senaru Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I telah selesai dilaksanakan.

    Hasil evaluasi dan asesmen menyimpulkan bahwa kegiatan wisata pendakian di jalur wisata pendakian Senaru Taman Nasional Gunung Rinjani dapat dibuka kembali setelah dilakukan asesmen mandiri bersama stakeholder antara lain Balai Dalkarhut Jabalnusra, Brimob Polda NTB, Polres Lombok Utara, Polsek Bayan, Koramil Bayan, KPH Rinjani Barat, Unit SAR Lombok Timur, Masyarakat Peduli Api (MPA), Porter dan Perwakilan Forum Wisata Lingkar Rinjani.

    Evaluasi dan asesmen dilakukan untuk memastikan api telah padam, sarpras pendakian aman dan nyaman untuk digunakan demi keamanan dan keselamatan pengunjung serta mendata vegetasi dan luasan areal terbakar.

    "Maka kunjungan wisata alam di jalur wisata pendakian Senaru Taman Nasional Gunung Rinjani yang sebelumnya ditutup akan dibuka kembali terhitung mulai 3 Oktober 2026," kata Budhy.

  2. 2. Kuota pendakian 5 pintu masuk Rinjani normal lagi, booking online kembali dibuka

    IMG-20250911-WA0046.jpg
    Para pendaki camping di pinggir Danau Segara Anak Gunung Rinjani Lombok NTB. (IDN Times/Istimewa)

    Selain itu, BTNGR juga membuka kembali lima jalur pendakian Rinjani secara normal setelah dibatasi sejak 1 September 2026. Kelima jalur yang kuota pendakiannya kembali normal yaitu jalur pendakian Sembalun, Senaru, Timbanuh, Tetebatu dan Aik Berik.

    Sebelumnya, jalur pendakian Rinjani dibuka secara terbatas berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/08/2026 tanggal 31 Agustus 2026. Kemudian pengumuman Kepala BTNGR Nomor: PG.3/T.39/TU/KSA.04.01/B/09/2026 tanggal 1 September 2026.

    Dengan normalnya pendakian pada lima pintu masuk, booking online tiket pendakian Rinjani melalui aplikasi eRinjani kembali dibuka mulai 3 Oktober 2026 pukul 06.00 WITA. Saat ini, hanya jalur pendakian Torean di Lombok Utara yang masih ditutup sementara akibat karhutla di kawasan tersebut.

    BTNGR mencatat seluas 1.098,75 hektare kawasan hutan Rinjani hangus terbakar di kawasan Bukit Setampol dan Puncak Sangkareang wilayah Resor Torean serta Pelawangan Senaru Resor Senaru Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I.

  3. 3. Kuota masing-masing jalur pendakian Rinjani

    IMG-20250809-WA0024.jpg
    Ilustrasi pendaki di Gunung Rinjani. (IDN Times/Istimewa)

    Kuota jumlah pendaki pada enam jalur pendakian Gunung Rinjani sebanyak 700 orang per hari. Adapun kuota jumlah kunjungan atau pendaki di masing-masing pintu masuk pendakian Gunung Rinjani, sebagai berikut :

    Jalur Pendakian Senaru dengan rute Jebak Gawah Senaru - Pelawangan Senaru - Danau Segara Anak - Jalur Pendakian Senaru/Torean dengan kuota maksimal 150 pengunjung per hari.

    Jalur Pendakian Sembalun dengan rute Pintu Masuk Jalur Pendakian Sembalun - Pelawangan Sembalun - Puncak Gunung Rinjani/Danau Segara Anak - Jalur Pendakian Sembalun/Torean/Senaru dengan kuota maksimal 150 pengunjung per hari.

    Jalur Pendakian Torean dengan rute Pintu Masuk Jalur Pendakian Torean-Pelawangan-Puncak Gunung Rinjani/Danau Segara Anak-Jalur Pendakian Torean/Senaru dengan kuota maksimal 100 pengunjung per hari.

    Jalur Pendakian Aik Berik dengan rute Jebak Gawah Aik Berik - Pelawangan Aik Berik dengan kuota maksimal 100 orang pengunjung per hari.

    Jalur Pendakian Timbanuh dengan rute Pintu Masuk Jalur Pendakian Timbanuh Pelawangan Timbanuh dengan kuota maksimal 100 orang pengunjung per hari.

    Jalur Pendakian Tetebatu dengan Pintu Masuk Jalur Pendakian Tete Batu-Pelawangan Tete Batu dengan kuota maksimal 100 orang pengunjung per hari.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More