Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kapolda NTT Rudi Darmoko Digantikan Perwira Tinggi Gegana Reza Arief Dewanto

Kota Kupang
3 min read
Kapolda NTT Rudi Darmoko Digantikan Perwira Tinggi Gegana Reza Arief Dewanto
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memutasi 88 perwira melalui surat telegram 2 Oktober 2026, termasuk rotasi 19 kapolda dan dua wakapolda.

  • Irjen Rudi Darmoko dipindahkan dari Kapolda NTT menjadi Kalemdiklat Polri setelah 1,5 tahun memimpin; posisinya diisi Irjen Reza Arief Dewanto, sebelumnya Wadankorbrimob.

  • Selama memimpin Polda NTT, Rudi mencatat pengungkapan kasus, program sosial dan 93 sumur bor; Reza berpengalaman panjang di Brimob, Gegana, serta Operasi Madago Raya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto langsung melakukan penyegaran internal sehari usai dilantik pada Kamis (1/10/2026). Suyudi melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, memutuskan untuk memutasi 88 perwira tinggi dan perwira menengah.

Dalam daftar tersebut terdapat 19 kapolda yang dirotasi, termasuk nama Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko. Rudi akan mendapat jabatan baru sebesar Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.

Dalam surat telegram tersebut menerangkan pengganti Rudi Darmoko sebagai Kapolda NTT yang baru ialah Irjen Reza Arief Dewanto. Reza sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Korps Brimob (Wadankorbrimob) Polri.

  1. 1. Irjen Rudi raih rekor MURI hingga sumbang 93 titik sumur bor

    Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko melayani dan membagikan makanan kepada pengungsi gempa Nagekeo di dapur lapangan Polri.
    Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, melayani pengungsi gempa Nagekeo di dapur lapangan Polri. (Dok Polda NTT)

    Rudi sebelumnya telah memimpin Polda NTT selama 1,5 tahun sejak 20 Mei 2025–2 Oktober 2026 dengan sejumlah kinerja dan aksi sosial. Polda NTT di masanya berhasil mengungkap sejumlah kasus seperti pembunuhan berencana, penyalahgunaan BBM bersubsidi, TPPO, dan tindak pidana kelautan-perikanan.

    Sebanyak 74 personel juga menerima penghargaan atas berbagai prestasi dan ia mencetak beberapa judul buku mengenai sisi humanis anggota Polri di NTT.

    Pada 4 Juli 2026, Polda NTT menerima dua rekor MURI sekaligus berkat program terapi kesehatan mental metode USEFT (Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique) yang dipelopori ia dan istrinya, Vily Rudi Darmoko.

    Lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 dengan gelar Adhi Makayasa ini juga membangun 93 titik sumur bor dalam empat bulan terakhir untuk menyediakan air bersih dan mendukung pertanian di wilayah rawan kekeringan.

    Perannya dalam penanganan bencana gempa Flores juga tampak melalui dapur lapangan yang menyediakan 2.500 porsi makan, menjalankan program Polri Peduli Pendidikan, serta merevitalisasi fasilitas pendidikan dan membangun barak serta rumah dinas di wilayah terluar.

  2. 2. Kapolda NTT baru dengan pengalaman di Gegana

    Potret Irjen Pol Reza Arief Dewanto yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.
    Irjen Pol Reza Arief Dewanto jabat Kapolda NTT. (Dok Pasukan Gegana)

    Estafet kepemimpinannya akan beralih ke Irjen Reza Arief Dewanto. Reza sendiri adalah perwira tinggi yang hampir seluruh kariernya dihabiskan di Korps Brimob, khususnya di satuan elite Gegana atau anti-teror dan penanggulangan ancaman intensitas tinggi.

    Berdasarkan rekam jejaknya, ia pernah menjadi Komandan Pasukan Gegana Korbrimob Polri (2020–September 2025), Wakil Komandan Korps Brimob Polri (Wadankorbrimob) sejak 19 September 2025. Ia juga mempunyai sejumlah jejak operasi yang panjang. Salah satunya, Reza pernah menjabat sebagai Kepala Operasi Satuan Tugas Madago Raya dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi pada Operasi Madago Raya di Poso, Sulawesi Tengah. Selama kariernya di Brimob, Reza juga terlibat dalam berbagai operasi lain

  3. 3. Pembinaan karir dan penyegaran internal

    Potret Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon dalam dokumentasi resmi yang dirilis oleh Humas Polri.
    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon. (Dok Humas Polri)

    Mutasi besar-besaran ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pengembangan karier untuk menyegarkan kepemimpinan di tubuh Polri.

    Kapolri Suyudi Ario Seto sendiri pasca dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 menyebut akan melakukan pembenahan internal dan sejumlah penyesuaian agar Polri lebih dekat dengan masyarakat.

    Berdasarkan surat telegram itu, dari total 88 perwira yang dimutasi, ada sebanyak 70 personel mendapat promosi ke jabatan strategis. Sementara mutasi yang mencakup 19 Kapolda dan 2 Wakapolda ini.

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangan tertulisnya menyebut mutasi besar-besaran ini bagian dari dinamika hingga pembinaan karir.

    "Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," ujarnya pada Sabtu (3/10/2026).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More