Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BTNGR Ungkap Alasan Jalur "Jurassic Park" Rinjani Masih Ditutup

Kota Mataram
3 min read
BTNGR Ungkap Alasan Jalur "Jurassic Park" Rinjani Masih Ditutup
Kondisi jalur pendakian Torean Lombok Utara pascakebakaran. (dok. BTNGR)
  • Kebakaran di Resor Torean dan Senaru Rinjani telah dipadamkan, tetapi jalur pendakian Torean yang ditutup sejak 23 September masih belum dibuka.
  • Asesmen BTNGR menemukan tali pengaman terbakar, tanah pijakan tidak stabil, serta bebatuan dari tebing berjatuhan, sehingga jalur Torean masih berpotensi membahayakan pendaki.
  • Jalur Senaru kembali dibuka mulai 3 Oktober 2026; kuota lima pintu masuk Rinjani dinormalisasi dan pemesanan tiket eRinjani dibuka lagi pukul 06.00 WITA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Resor Torean dan Senaru Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Taman Nasional Gunung Rinjani di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) belum membuka jalur pendakian Torean.

Jalur pendakian Torean ditutup sementara sejak 23 September lalu akibat kebakaran yang melanda Bukit Setampol Resor Torean Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I.

Jalur pendakian Torean dikenal sebagai Jurassic Park Rinjani karena menawarkan keindahan alam yang memukau. Namun, keindahan ini juga disertai dengan tantangan medan yang ekstrem.

  1. 1. Kondisi jalur pendakian Torean pascakebakaran

    Jalur Torean
    Kondisi jalur pendakian Torean Lombok Utara pascakebakaran. (dok. BTNGR)

    Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNGR, Astekita Ardiaristo menjelaskan bahwa tim asesmen telah melakukan pengecekan kondisi jalur pendakian Torean pascakebakaran. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan pembukaan kembali aktivitas wisata pendakian jalur Torean.

    "Dalam pengecekan lapangan, tim asesmen menemukan beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian, di antaranya tali pengaman mengalami kerusakan akibat terbakar api, kondisi tanah pijakan tidak stabil serta adanya bebatuan dari tebing di atas jalur yang berjatuhan," ungkap Astekita, Sabtu (3/10/2026).

  2. 2. Jalur pendakian Torean masih memiliki potensi bahaya pascakebakaran

    Perbaikan di Jalur Pendakian Torean Gunung Rinjani. (dok. BTNGR)
    Jalur Pendakian Torean Gunung Rinjani. (dok. BTNGR)

    Dari kondisi tersebut, kata Astekita, jalur pendakian Torean masih memiliki potensi bahaya bagi pendaki. Sehingga diperlukan penanganan dan pengamanan lebih lanjut sebelum jalur Jurassic Park itu dinyatakan layak untuk dibuka kembali.

    Dia mengungkapkan kondisi vegetasi yang dahulu menyelimuti lereng di jalur pendakian Torean kini berubah menjadi hamparan hitam. Jejak api pascakebakaran masih terlihat di sepanjang jalur.

    Di beberapa titik, perjalanan harus melewati medan yang telah berubah akibat kebakaran. Tanah terbuka, tumbuhan menghitam dan sisa-sisa vegetasi menjadi saksi bahwa api pernah menghanguskan di kawasan tersebut.

  3. 3. Jalur pendakian Senaru Rinjani kembali dibuka

    Tim gabungan JJalur Pendakian Senaru Lombok Utara. (dok. Istimewa)
    Jalur Pendakian Senaru Lombok Utara. (dok. Istimewa)

    Sementara itu, jalur pendakian Senaru Lombok Utara mulai Sabtu (3/10/2026) mulai dibuka untuk aktivitas wisata pendakian pascakebakaran. Jalur pendakian Senaru sempat ditutup sejak 26 September 2026 akibat kebakaran hutan di kawasan Bukit Setampol dan Puncak Sangkareang.

    Pembukaan kembali jalur pendakian Senaru berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Kepala BTNGR Nomor PG.8/T.39/TU/KSA.04.01/B/10/2026 tentang Pembukaan Kembali Jalur Wisata Pendakian Senaru Taman Nasional Gunung Rinjani, Jumat, 2 Oktober 2026. Selain itu, kuota pendakian pada lima pintu masuk Rinjani kembali normal setelah dibatasi sejak 1 September 2026 lalu.

    Kelima jalur yang kuota pendakiannya kembali normal yaitu jalur pendakian Sembalun, Senaru, Timbanuh, Tetebatu dan Aik Berik. Dengan normalnya pendakian pada lima pintu masuk, booking online tiket pendakian Rinjani melalui aplikasi eRinjani kembali dibuka mulai 3 Oktober 2026 pukul 06.00 WITA.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More