Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
1.335 Polisi Diterjunkan Amankan Nataru di NTB
Ilustrasi aparat kepolisian dan Satpol PP NTB saat mengamankan aksi unjuk rasa. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Kepolisian Daerah (Polda) NTB menerjunkan 1.335 personel untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024. Kepala Biro Operasional Polda NTB Kombes Pol. Abu Bakar Tertusi, Kamis (14/12/2023), menjelaskan ribuan personel yang diterjunkan terdiri dari anggota Polda NTB, Polres dan Polresta di 10 kabupaten/kota se NTB.

Secara rinci, Abu Bakar menyebutkan pengamanan Nataru melibatkan 404 personel dari Polda NTB. Kemudian 52 personel dari Operasi Mantap Brata Polda NTB dan 933 personel dari 10 Polres dan Polresta.

"Mereka akan menjaga keamanan langsung dengan cadangan personel di masing-masing polres," kata Abu Bakar.

1. Fokus pada penurunan tingkat kriminalitas

Kapolda NTB Irjen Pol Raden Umar Faroq. (dok. Polda NTB)

Kapolda NTB Irjen Pol Raden Umar Faroq saat rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral bidang operasional, Kamis (14/12/2023), menegaskan perlunya pengamanan perayaan Nataru 2023/2024 di NTB, yang berfokus pada penurunan tingkat kriminalitas.

"Penting untuk memperketat pengamanan karena Nataru selalu menyaksikan peningkatan aktivitas masyarakat di tempat-tempat ibadah, pusat keramaian, dan daerah pariwisata," kata Faroq.

2. Tujuh teroris yang ditangkap diduga merencanakan aksi pada natal dan pemilu 2024

ilustrasi Densus 88 (ANTARA FOTO/Mohammad Hamzah)

Faroq menekankan perlunya pengamanan di pusat perbelanjaan, mal, perhotelan dan restoran, mengingat NTB menjadi destinasi wisata nasional dan internasional.

"Pengamanan harus lebih komprehensif mengingat kejadian teroris baru-baru ini. Tujuh pelaku terorisme diamankan Densus 88 di NTB, sehingga perlu kewaspadaan ekstra," tambah Faroq.

Dalam konteks tersebut, Faroq memaparkan jika tujuh pelaku terorisme yang diamankan, diduga merencanakan aksi pada Natal 2023 dan Pemilu 2024.

"Kita berterima kasih pada Densus 88 atas tindakan preventif. Harapannya, wilayah NTB bebas dari kegiatan terorisme saat perayaan akhir tahun dan Natal 2023," ucap Faroq.

3. Tindak tegas aksi pemblokiran jalan

Ilustrasi Warga blokir badan jalan akibat kerusakan (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Faroq menambahkan kegiatan pengamanan bukan hanya terbatas pada periode Nataru, tetapi harus dilanjutkan dalam setiap kegiatan masyarakat di 10 kabupaten/kota di NTB.

Ia mengingatkan agar para Kapolres/Kapolresta di NTB segera mengantisipasi potensi pemblokiran jalan di beberapa lokasi, mengingat dampak yang dapat ditimbulkan.

"Pemblokiran jalan di beberapa wilayah dapat menghambat suplai sembako dan berdampak buruk pada ekonomi masyarakat. Saya minta tindak tegas jika terjadi pemblokiran," tandasnya.

Editorial Team

Related Article