Comscore Tracker

Tari Tradisional Gandrung Lombok Menyambut Prajurit Perang

Menyambut para prajurit usai berperang

Lombok, IDN Times - Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan provinsi yang memiliki bermacam-macam ragam budaya. Provinsi satu ini pun sangat terkenal dengan nilai budaya yang masih sangat melekat di daerahnya. 

Salah satu kebudayaan yang terdapat di NTB berupa tarian daerah khas Lombok, yaitu Tari Gandrung Lombok. Tari Gandrung Lombok merupakan salah satu budaya yang berasal dari Provinsi NTB, tari ini biasanya dilakukan oleh seorang wanita dan pria dengan diiringi alat musik khasnya. 

Ingin tahu penjelasan lebih lengkapnya mengenai Tari Gandrung?

Baca lebih lengkapnya penjelasan di bawah ini!

1. Sejarah Tari Gandrung Lombok

Menurut para peneliti sejarah menyatakan bahwa Tari Gandrung Lombok sudah ada sejak Zaman perkembangan Kerajaan Majapahit ke bagian Indonesia Timur. Pada saat itu Tari Gandrung digunakan untuk memberikan hiburan pada para prajurit yang telah menyelesaikan tugasnya di medan perang. 

Dengan diiringi alat musik gamelan, para penari pria dan wanita langsung melantunkan gerakan yang sangat indah. Sampai saat ini tarian tersebut dilestarikan dan diberikan nama Tarian Gandrung. 

Fungsi Tari Gandrung pada zaman dahulu ialah untuk menghibur prajurit kerajaan yang telah usai melakukan tugas di area peperangan. 

Tetapi dengan seiringnya  perkembangan zaman tarian Gandrung Lombok menjadi tarian tradisi yang terus dilestarikan oleh masyarakat sana.

Baca Juga: Destinasi Wisata Pantai Eksotik di Provinsi NTB

2. Pertunjukan Tari Gandrung Lombok

Pertunjukan tari gandrung terbagi menjadi tiga babak pertama yaitu:

Babak pertama yaitu Bapangan di mana penari wanita memasuki lapangan pertunjukan lalu mengelilingi setiap area pertunjukan. Sampai selesainya gending. 

Gandrangan pada babak ini para pelari mulai melakukan tarian dengan gerakan yang sangat lincah, dengan memainkan kipas tangan, lalu penari wanita akan melempar kipas tersebut ke penonton pria lalu mengajaknya menari bersama. 

Parianom merupakan babak terakhir dalam pertunjukan tari tersebut, pada babak ini penari akan ditemani dengan musik yang lebih tenang, dan penari pun ikut bernyanyi hal ini dilakukan hingga akhir pertunjukan.

3. Pengiring Tari Gandrung Lombok

Tari Gandrung Lombok diiringi dengan alat musik tradisional, seperti gong, saron, gendang, gender, petuk dan alat musik lainnya. Dalam tarian ini biasanya penari akan menggunakan kipas tangan untuk menjadi properti dalam tariannya. 

Pada babak terakhir biasanya para penari Gandrung akan mengiri tarian dengan nyanyian yang akan dinyanyikan oleh si penari hal ini dinamakan dengan besandaran.

Para penari gandrung biasanya menggunakan kostum yang bervariasi dalam setiap pertunjukannya, kostum yang digunakan oleh penari wanita biasanya berupa baju berlengan pendek, kain kemben, serta kain panjang. 

Biasanya hiasan untuk bagian kepalanya akan menggunakan mahkota atau galungan, yang dipadukan dengan hiasan aksesori seperti kalung, gelang, dan ikat pinggang. 

Untuk penari pria menggunakan pakaian bebas seperti pakaian masyarakat Lombok lainnya. Dengan penampilan dari kostum penari wanita tarian ini sangat indah jika dilihat.

Tarian Gandrung sebelumnya hanya tarian pertunjukan untuk para prajurit pada masa kerajaan, Namun pada saat ini, tarian satu ini dijadikan sebagai tarian penyambutan dan sangat dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Tari gandrung Lombok merupakan salah satu alasan para wisatawan mendatangi Pulau Lombok, karena tarian ini sudah sangat populer di kalangan masyarakat lokal maupun mancanegara. 

Berikan penjelasan mengenai tari tradisional Gandrung Lombok  Provinsi NTB. Kuatnya nilai sejarah dan makna yang terkandung dalam setiap gerakan tarian ini membuat Tari Gandrung sangat disukai di kalangan masyarakat. 

Baca Juga: Ini Pantai-pantai yang Wajib Dikunjungi saat Berlibur di Lombok

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya