Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Tipe Kepribadian Manusia dalam Membuat Resolusi Tahun Baru

Wanita sedang tersenyum sambil membawa kopi hangat.
Ilustrasi Tipe Kepribadian Manusia dalam Membuat Resolusi Tahun Baru. (pexels.com/Natalie Bond)

Setiap pergantian tahun, banyak orang memulai kebiasaan membuat resolusi. Namun sering kali kita lupa bahwa kepribadian seseorang memengaruhi cara ia merencanakan hidup, menentukan tujuan, dan menjaga komitmen terhadap diri sendiri. Karena itu, resolusi tahun baru sesungguhnya tidak dapat dipukul rata, cara seseorang memaknainya sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia mendapatkan energi, merespons dunia sosial, dan memproses pengalaman hidup.

Dalam psikologi kepribadian, introvert, ekstrovert, dan ambivert memiliki mekanisme internal yang berbeda dalam menghadapi perubahan dan menyusun rencana. Perbedaan tersebut tidak membuat salah satu lebih baik dari yang lain; justru memberi kita gambaran bahwa setiap tipe kepribadian memiliki gaya bertumbuh yang unik.

Berikut pembahasan bagaimana 3 tipe tersebut membentuk resolusi tahun baru, dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya secara optimal sesuai kecenderungan alami masing-masing.

1. Resolusi tahun baru ala introvert: pelan, mendalam, dan berbasis refleksi

Wanita sedang melihat ke luar jendela.
Ilustrasi Tips Membenahi Luka Lama sebelum Melangkah ke Tahun Baru. (pexels.com/Gülşah Aydoğan)

Bagi seorang introvert, resolusi bukan tentang daftar panjang yang penuh target ambisius, melainkan tentang proses internal untuk memahami apa yang benar-benar penting. Introvert cenderung memulai resolusi dengan refleksi mendalam terhadap pengalaman setahun terakhir, apa yang membuat mereka bahagia, apa yang menguras energi, dan apa yang belum sempat mereka wujudkan. Proses ini menuntut kesunyian, kejujuran batin, dan koneksi yang kuat dengan diri sendiri.

Secara psikologis, introvert membangun resolusi dengan mempertimbangkan kapasitas energi yang stabil dan tidak tergesa-gesa. Mereka lebih memilih langkah kecil namun konsisten, karena fokus mereka bukan pada kecepatan, melainkan ketepatan. Ini menunjukkan bahwa resolusi bagi introvert lebih mirip perjalanan spiritual daripada daftar target yang harus segera dicapai. Mereka membutuhkan waktu untuk memproses, menyesuaikan diri, dan memastikan bahwa setiap tujuan sesuai dengan nilai-nilai pribadi.

Karena itulah resolusi yang paling efektif bagi introvert biasanya bersifat personal: memperbaiki kualitas hubungan yang dekat, memperkuat rutinitas yang menenangkan, atau mengembangkan kemampuan yang dapat dikerjakan sendiri. Keberhasilan mereka bukan diukur dari banyaknya pencapaian, melainkan dari kedalaman perubahan yang terjadi di dalam diri. Saat resolusi selaras dengan ritme batin, introvert dapat menjalani tahun baru dengan tenang namun penuh arah.

2. Resolusi tahun baru ala ekstrovert: berani, terstruktur, dan berbasis aksi

Tiga wanita sedang bersulang.
Ilustrasi Sumber Kekuatan Alami Seorang Ekstrovert di Awal Tahun. (pexels.com/KoolShooters)

Ekstrovert memandang resolusi sebagai peluang untuk mencoba hal baru, bertemu lebih banyak orang, dan memperluas pengalaman. Mereka sering membuat resolusi yang besar, jelas, dan penuh tantangan, karena mereka mendapatkan energi dari dinamika dan aksi yang nyata. Bagi mereka, tahun baru adalah momentum untuk bergerak maju, dan resolusi menjadi alat untuk mengarahkan energi tersebut.

Dari sudut pandang psikologi, ekstrovert merespons perubahan dengan antusiasme tinggi. Mereka cenderung menetapkan target yang spesifik dan terukur, lalu mendukungnya dengan berbagai aktivitas sosial. Misalnya: mengikuti komunitas baru, bergabung dengan program tertentu, atau mencari ruang-ruang interaktif di mana mereka bisa belajar sambil berinteraksi. Bagi ekstrovert, dukungan lingkungan sosial sering menjadi motivator utama untuk mempertahankan resolusi.

Namun, ekstrovert juga perlu berhati-hati agar tidak membuat resolusi yang terlalu besar hingga berisiko menyebabkan kelelahan emosional. Terkadang mereka bergerak terlalu cepat tanpa memberi diri waktu untuk mengevaluasi. Oleh karena itu, resolusi yang paling efektif bagi ekstrovert adalah resolusi yang memasukkan elemen sosial, tetapi tetap memberi ruang jeda untuk menganalisis capaian. Dengan keseimbangan ini, ekstrovert dapat memanfaatkan energi sosial mereka dengan cara yang lebih sehat dan terarah.

3. Resolusi tahun baru ala ambivert: seimbang, fleksibel, dan adaptif

Wanita sedang tersenyum sambil membawa kopi hangat.
Ilustrasi Tipe Kepribadian Manusia dalam Membuat Resolusi Tahun Baru. (pexels.com/Natalie Bond)

Ambivert berada di tengah, mereka dapat beradaptasi dengan kebutuhan internal dan eksternal secara fleksibel. Karena sifat ini, ambivert sering membuat resolusi yang mencerminkan keseimbangan antara refleksi dan aksi. Mereka tidak terlalu impulsif seperti ekstrovert, tetapi juga tidak terlalu berhati-hati seperti introvert. Resolusi mereka lebih cair, mudah disesuaikan dengan situasi, dan tidak kaku dalam proses pencapaiannya.

Secara psikologis, ambivert memiliki keunikan: mereka bisa menyesuaikan cara mereka membuat resolusi berdasarkan suasana hati, konteks, atau fase hidup. Terkadang mereka membuat resolusi yang bersifat sosial, seperti memperluas jaringan atau berpartisipasi dalam kegiatan baru. Pada waktu lain, mereka lebih memilih resolusi personal seperti meningkatkan ketenangan batin atau memperbaiki rutinitas harian. Fleksibilitas ini membuat mereka relatif lebih stabil dalam mempertahankan resolusi jangka panjang.

Ambivert juga memiliki kelebihan dalam memadukan strategi: mereka bisa belajar dari kedalaman introvert dan keberanian ekstrovert. Misalnya, mereka memulai resolusi dengan refleksi mendalam, tetapi mengeksekusinya melalui aktivitas sosial yang menyenangkan. Atau sebaliknya, mereka menentukan resolusi lewat interaksi sosial, tetapi memperkuatnya dengan evaluasi personal secara berkala. Sifat adaptif inilah yang membuat resolusi ambivert sering lebih realistis dan bertahan lama.

Pada akhirnya, cara kita membuat resolusi tahun baru sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita memaknai diri dan dunia di sekitar. Introvert, ekstrovert, dan ambivert masing-masing memiliki strategi unik yang mencerminkan cara mereka mengelola energi, mengambil keputusan, dan memahami kehidupan. Tidak ada formula baku; yang ada hanyalah gaya yang paling selaras dengan kepribadian. Ketika resolusi dibuat sesuai dengan ritme diri sendiri, tahun baru bukan lagi tekanan, melainkan peluang untuk bertumbuh dengan cara yang paling autentik.

Itulah pembahasan bagaimana 3 tipe tersebut membentuk resolusi tahun baru, dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya secara optimal sesuai kecenderungan alami masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest Life NTB

See More

5 Cara Memaafkan Diri atas Tahun yang Tak Berjalan Sesuai Rencana

08 Jan 2026, 06:00 WIBLife