Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wagub akan Klarifikasi Direktur RSUD NTB Soal Pemberhentian Dokter
Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah (Dok. Diskominfotik NTB)

Mataram, IDN Times - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalilah meminta klarifikasi Direktur RSUD Provinsi NTB terkait adanya dugaan motif asmara di balik pemberhentian seorang dokter berinisial UI dari rumah sakit setempat.

"Kita akan kroscek dulu ya. Karena saya belum tahu apa masalahnya," ujar Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah seperti diberitakan Antara pada Senin (25/7/2023).

Menurut dia, klarifikasi terhadap Direktur RSUD Provinsi NTB ini perlu dilakukan untuk mencari tahu apa yang terjadi di balik pemberhentian salah seorang dokter di rumah sakit itu. Untuk itu, dirinya enggan berkomentar lebih jauh sebelum mendengar klarifikasi.

"Saya tidak komentar untuk sesuatu yang saya belum tahu. Gak tahu nanti saya kroscek. Tapi nanti saya akan tanyakan kepada yang bersangkutan," katanya.

1. Kuasa hukum bantah isu yang beredar

Gedung IGD Terpadu RSUD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sebelumnya, Fhirzhal Arzhi Jiwantara selaku kuasa hukum Direktur RSUD Provinsi NTB, Lalu Herman Mahaputra atau akrab disapa dokter Jack membantah ada motif asmara di balik pemberhentian seorang dokter berinisial UI dari rumah sakit setempat.

Fhirzhal Arzhi Jiwantara mengatakan seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya adalah tidak benar.

"Terkait ada hubungan asmara antara dokter UI dengan Pak Dirut itu semua tidak benar. Itu dugaan sesat, karena tidak sesuai dengan fakta," ujarnya.

2. Berawal dari kerja sama dua rumah sakit

Direktur RSUD NTB dr. Lalu Herman Mahaputra. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ia menjelaskan, kliennya sangat keberatan atas tuduhan tersebut, karena pemberhentian dokter UI tertanggal 4 Juli 2023 itu sudah sesuai dengan kebutuhan SDM di RSUD NTB.

"Karena pihak RSUD NTB, pada 2018 bekerja sama dengan pihak Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) sehingga pihak Unram mengutus dokter UI untuk diperbantukan di RSUD NTB," terangnya.

Menurutnya, bukan saja dokter UI yang diberhentikan, namun ada dua orang lagi sehingga tiga orang. Namun dua itu orang yang juga diberhentikan tersebut tidak mengajukan keberatan.

"Awalnya ada hubungan kerja sama antara rumah sakit dan Fakultas Kedokteran Unram, sehingga pergantian itu tergantung kebutuhan rumah sakit. Jadi diganti bukan karena hubungan asmara," tegas Frizal.

3. Ambil langkah hukum

Ilustrasi palu hakim (IDN Times/Sukma Shakti)

Disinggung terkait somasi yang dilayangkan oleh pihak dokter UI, Afrizal mengatakan, pihak rumah sakit sudah menjawabnya. Sementara terkait adanya percakapan mesra melalui pesan singkat antara kliennya dan dokter UI, ditegaskan bahwa semua itu juga tidak benar.

Oleh karena itu, karena tuduhan tersebut tidak berdasar dan sesuai dengan fakta, pihaknya menegaskan akan mengambil langkah hukum atas tuduhan itu. Karena menurutnya sudah mencemarkan nama baik Dirut RSUD NTB dan keluarganya.

"Kami akan melakukan upaya hukum karena merusak nama baik klien kami, karena hal seperti itu harus dibuktikan dengan fakta dan data," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article