Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kolaborasi Berbagai Pihak Dorong Tumbuh Kembang Anak di Sumbawa Barat

Kab. Sumbawa Barat
3 min read
Kolaborasi Berbagai Pihak Dorong Tumbuh Kembang Anak di Sumbawa Barat
Anak-anak di Sumbawa Barat. (Dok.AMMAN)
  • Sumbawa Barat meraih predikat Kabupaten Layak Anak kategori Madya pada 2025, didukung program gizi, pendidikan, pengembangan potensi, dan perlindungan anak.
  • Program DASHAT dan pendampingan AMMAN menjangkau 436 anak dengan stunting, underweight, dan wasting; sementara AMMAN Scholars membuka pendidikan SMK dan Diploma Tiga bagi lebih dari 290 talenta muda.
  • Dukungan olahraga, Forum Anak, kebijakan perlindungan di 16 desa, serta pelatihan 78 kader paralegal diperluas pemerintah ke 18 desa melalui pendanaan APBDes.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sumbawa Barat, IDN Times - Belajar selancar membantu Khairullah memahami cara berolahraga di laut dengan benar dan aman. Peserta klinik selancar di Sumbawa Barat ini juga semakin menyadari pentingnya menjaga kebersihan laut dan pantai. Khairullah menjadi salah satu anak yang mendapatkan perhatian dan pendampingan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat yang bekerja sama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN).

Diketahui bahwa Sumbawa Barat meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Madya pada 2025, setelah sebelumnya berada di kategori Pratama pada 2023. Berbagai program pendukungnya mencakup pemenuhan kebutuhan gizi, akses pendidikan, pengembangan potensi, dan penguatan perlindungan anak.

  1. 1. Pendampingan gizi berjalan bersama dukungan pendidikan

    Anak-anak di Sumbawa Barat. (Dok.AMMAN)
    Anak-anak di Sumbawa Barat. (Dok.AMMAN)

    AMMAN mendukung tumbuh kembang anak melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), kampanye gizi seimbang, edukasi remaja dan calon pengantin, serta pendampingan ibu dan anak. Menurut bahan perusahaan, Program Percepatan Penurunan Stunting telah menjangkau 436 anak di wilayah lingkar tambang yang mengalami stunting, underweight, dan wasting.

    Pada sektor pendidikan, AMMAN mendukung PAUD Prestasi dengan pendekatan computational thinking untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah sejak dini. Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah juga mengajak anak membangun kepedulian terhadap lingkungan.

    Sejak 2021, program AMMAN Scholars membuka kesempatan bagi lebih dari 290 talenta muda untuk menempuh pendidikan SMK dan Diploma Tiga. Program ini juga mencakup bootcamp serta pengenalan dunia kerja sebagai bekal bagi penerima manfaat.

    “Bagi kami, perlindungan anak adalah kunci utama tatanan bermasyarakat yang baik. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman di KSB, di mana tidak ada lagi anak yang kehilangan masa depannya karena perkawinan dini atau kekerasan. Dengan memperkuat kebijakan desa dan melatih paralegal, kita membangun benteng pelindung dan jembatan bagi mimpi-mimpi mereka,” ujar Vice President Social Impact AMMAN, Priyo Pramono seperti dikutip dari laman AMMAN.

  2. 2. Olahraga dan Forum Anak menjadi ruang pengembangan potensi

    Anak-anak di Sumbawa Barat. (Dok.AMMAN)
    Anak-anak di Sumbawa Barat. (Dok.AMMAN)

    Melalui pendekatan Sports for Development, AMMAN mendukung kegiatan sepak bola, basket, voli, skateboard, selancar, hingga olahraga bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini mengenalkan nilai disiplin, kerja sama, sportivitas, dan kepercayaan diri.

    Salah satunya melalui Surfing Masuk Sekolah yang AMMAN perkenalkan bersama pemerintah daerah sebagai kegiatan ekstrakurikuler di empat sekolah. Selain keterampilan berselancar, program ini mencakup pengetahuan tentang keselamatan di air, pelestarian laut, dan peluang pariwisata berkelanjutan.

    Di luar olahraga, dukungan juga mencakup penyediaan ruang ramah anak, penguatan Forum Anak, serta wadah kreativitas dan informasi. Upaya ini memberi ruang bagi anak untuk menyampaikan pandangan dan mengembangkan potensinya.

  3. 3. Pemerintah daerah memperluas perlindungan anak ke desa lain

    Anak-anak di Sumbawa Barat. (Dok.AMMAN)
    Anak-anak di Sumbawa Barat. (Dok.AMMAN)

    AMMAN menyebut dukungannya di tingkat desa mencakup penguatan kebijakan perlindungan anak pada 16 desa. Dukungan ini juga meliputi pelatihan 78 kader paralegal dan pengembangan 29 fasilitator anak.

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kemudian memperluas pendekatan itu ke 18 desa lainnya melalui pendanaan APBDes. Perluasan ini membawa sistem perlindungan lebih dekat dengan anak dan keluarga.

    AMMAN bersama pemerintah daerah turut mendorong pembentukan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) sebagai wadah keterlibatan dunia usaha. Dalam bahan yang sama, AMMAN menyebut pihaknya memperoleh apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara pada Minerba Expo 2026 untuk kategori Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat bidang pembentukan kelembagaan komunitas masyarakat.

Related Articles

See More