Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Teluk Ekas Lombok Timur Ditetapkan Jadi Pusat Riset Rumput Laut Dunia
Kawasan teluk Ekas, lokasi budidaya rumput laut (Humas Protokol Pemkab Lotim)
  • Pemerintah menetapkan Teluk Ekas, Lombok Timur, sebagai lokasi International Tropical Seaweed Research Center untuk memperkuat riset dan hilirisasi rumput laut tropis serta mendukung ekonomi pesisir nasional.
  • Pusat riset ini didukung pendanaan dari BGI dan Kemendiktisaintek, dilengkapi fasilitas penelitian modern, asrama peneliti internasional, serta dirancang sebagai pusat kolaborasi global bidang kelautan.
  • Universitas Mataram turut berperan dengan membangun Klinik Spesialis Kedokteran Kelautan guna memperkuat layanan kesehatan pesisir dan mendukung pengembangan pendidikan serta riset maritim di NTB.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah menetapkan Teluk Ekas di Lombok Timur sebagai lokasi International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC), pusat riset rumput laut tropis dunia untuk memperkuat ekonomi pesisir dan hilirisasi sektor kelautan.
  • Who?
    Penetapan dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; didukung BGI Tiongkok, University of California Berkeley, serta Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang dipilih karena kondisi ekologinya dinilai ideal sebagai laboratorium hidup bagi riset rumput laut tropis.
  • When?
    Pengumuman penetapan disampaikan pada Jumat, 20 Februari 2026. Pendanaan tahap awal direncanakan untuk dua tahun pertama sejak pembangunan dimulai di kawasan Teluk Ekas.
  • Why?
    Pembangunan ITSRC bertujuan memperkuat riset dan inovasi rumput laut nasional, mengatasi keterbatasan bibit unggul petani, serta menjadikan Indonesia pusat pengembangan rumput laut tropis dunia.
  • How?
    Pusat riset akan dibangun dengan fasilitas penelitian lengkap, asrama peneliti internasional, laboratorium, apotek, serta klinik
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Pemerintah Pusat menetapkan Teluk Ekas di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai lokasi International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) atau Pusat Riset Rumput Laut Tropis Dunia. Penetapan ini sebagai bagian dari strategi nasional penguatan ekonomi pesisir dan hilirisasi sektor kelautan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Stella Christie menegaskan bahwa penguatan riset rumput laut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat rumput laut dunia. Ia menyebut hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, pembangunan ITSRC di Teluk Ekas menjadi fondasi awal membangun ekosistem riset bertaraf global sekaligus mendorong transformasi ekonomi pesisir berbasis ilmu pengetahuan.

1. Pendanaan didukung BGI dan Kemendiktisaintek

Wamendiktisaintek Stella Christie dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 (SAT 2026). (IDN Times/Herka Yanis)

Indonesia merupakan produsen rumput laut tropis terbesar di dunia dengan penguasaan sekitar 75 persen pasar global. Nilai ekonomi rumput laut dunia mencapai sekitar 12 miliar dolar AS per tahun dan diproyeksikan terus meningkat. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan riset dan hilirisasi di dalam negeri.

Karena itu, ITSRC dirancang sebagai simpul kolaborasi nasional dan internasional, termasuk kerja sama dengan University of California, Berkeley, serta Beijing Genomics Institute (BGI) dari Tiongkok. BGI berkomitmen mendukung pendanaan sekitar Rp3 miliar untuk dua tahun pertama, sementara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengalokasikan Rp1,5 miliar pada tahap awal.

2. Dilengkapi gedung penelitian dan asrama peneliti internasional

Kepala Dislutkan NTB Muslim. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sejumlah fasilitas akan dibangun di kawasan ITSRC, antara lain gedung penelitian, asrama peneliti internasional, apotek, serta sarana pendukung lainnya. Teluk Ekas dipilih karena secara ekologis dinilai ideal sebagai living laboratory karena memiliki sistem teluk tropis yang relatif terlindung dengan sirkulasi air yang baik.

Kawasan ini juga potensial untuk pengembangan berbagai jenis rumput laut, seperti Kappaphycus, Caulerpa, Ulva, dan Halymenia. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, Muslim, Jumat (20/2/2026) mengatakan hadirnya pusat riset bertaraf internasional tersebut diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik budidaya rumput laut, khususnya kelangkaan bibit unggul.

“Selama ini salah satu kendala utama petani adalah keterbatasan bibit berkualitas. Dengan adanya ITSRC, kami berharap masalah tersebut bisa teratasi," harap Muslim.

Pusat riset ini juga diharapkan menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan pelatihan bagi masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan pengembangan rumput laut di NTB. Dia menambahkan, bahwa NTB memiliki potensi besar sebagai sentra budidaya rumput laut nasional.

"Karena itu, kolaborasi riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta transfer teknologi dari ITSRC diyakini akan mempercepat peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir," kata dia.

3. Unram bangun klinik spesialis kedokteran kelautan

ilustrasi rumput laut (IDN Times/Ayu Afria)

Sebagai bagian dari penguatan riset dan pengabdian berbasis potensi daerah, Universitas Mataram (Unram) turut berperan dalam pengembangan ITSRC Ekas Buana Lombok Timur. ITSRC akan dikembangkan sebagai pusat riset rumput laut bertaraf internasional melalui kolaborasi dengan para peneliti dunia, dilengkapi laboratorium, sarana riset, hingga dukungan kapal penelitian.

Selain pusat riset rumput laut, Unram juga membangun Klinik Spesialis Kedokteran Kelautan sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan wilayah kepulauan sekaligus mendukung pengembangan pendidikan dokter spesialis. Supaya masyarakat pesisir khususnya di Lombok Timur dapat memperoleh akses layanan medis yang lebih dekat dan berkualitas.

Dengan adanya ITSRC, Pemprov NTB optimistis Teluk Ekas akan berkembang sebagai pusat inovasi rumput laut tropis dunia. Sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi pesisir yang berkelanjutan di NTB.

Editorial Team