Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Tega! Seorang Mahasiswa di NTT Sekap dan Perkosa Siswi SMP di Asrama

ilustrasi kekerasan seksual (unsplash.com/Gwen Mamanoleas)
ilustrasi kekerasan seksual (unsplash.com/Gwen Mamanoleas)
Intinya sih...
  • Pelaku ditangkap Unit Jatanras Satreskrim Polresta Kupang Kota pada Rabu (27/8/2025) setelah menyekap dan memperkosa siswi SMP di asrama mahasiswa.
  • Dicari ayah korban seharian setelah anaknya tak pulang, hingga akhirnya ditemukan lemas dan berluka-luka di sebuah kamar dalam asrama mahasiswa.
  • Korban menjalani pemeriksaan medis dan visum di rumah sakit dengan pengawasan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Kupang Kota.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - RPWN alias Aldo (21) melakukan perbuatan keji terhadap seorang siswi SMP di Kota Kupang. Pemuda asal Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur(NTT) ini menyekap dan memperkosa anak itu dalam asrama mahasiswa milik Pemerintah Daerah (Pemda) SBD.

Mahasiswa ini pun mengaku telah berkali-kali melancarkan aksinya di asrama yang juga jadi tempat kegiatan organisasi mahasiswa muda Katolik ini. Selama ini tidak ketahuan karena korban takut melapor.

1. Pelaku ditangkap

image_750x_68af20d30b595.jpg
Penyekap dan pemerkosa siswi SMP di asrama mahasiswa SBD ditangkap polisi. (Dok Polres Kupang Kota)

Aldo sendiri dibekuk Unit Jatanras Satreskrim Polresta Kupang Kota, Rabu (27/8/2025) pukul 16.00 WITA, di sebuah rumah, di Jalan Rumbia, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Pemuda asal Desa Odi Paurata, Kecamatan Wewewa Utara, SBD ini tak melawan saat digiring ke kantor polisi.

Ia mengaku sudah berkali-kali menyetubuhi anak itu mulai Juni 2025 dalam kamar di asrama itu. Kemudian belakangan ia nekat menyekap anak perempuan itu sejak Senin (25/8/2025).

2. Dicari ayah korban seharian

Ilustrasi jejak kaki di pasir putih (pexels.com/@kelly)
Ilustrasi jejak kaki di pasir putih (pexels.com/@kelly)

Orangtua korban mencari-cari korban yang tak kunjung pulang sejak Senin sore. Terakhir kali anak itu meninggalkan rumah saat dimintai sang ibu untuk mengambil bubur di rumah nenek. Jarak rumah mereka dan rumah sang nenek hanya terpaut 100 meter tetapi korban tak pulang hingga malam hari.

Ayah korban pun mulai mencari keberadaan anaknya ke rumah neneknya, rumah-rumah tetangga, rumah teman anaknya itu, serta kerabat terdekat mereka, namun nihil. Koran tidak ditemui di mana pun. Keesokannya, Selasa (26/8/2025), sang ayah masih terus berupaya mencari anaknya sampai sekitar pukul 17.00 WITA.

3. Korban tak berdaya dengan luka-luka di tubuh

Ilustrasi asusila. (IDN Times/ Agung Sedana)
Ilustrasi asusila. (IDN Times/ Agung Sedana)

Korban pun ditemukan oleh sang ayah dan saudaranya Selasa sore itu. Mereka menemukannya di sebuah kamar yang ada dalam asrama mahasiswa milik Pemerintah Daerah SBD itu. Pelajar SMP ini sudah dalam keadaan lemas, tak berdaya, tubuhnya pun berluka-luka.

Polisi pun melacak keberadaan sang pelaku setelah mendapat laporan kasus ini. Aldo yang sudah mengetahui kejahatannya terbongkar dan sedang diburu polisi pun kabur. Tak lama kemudian ia tertangkap dan dijebloskan ke sel Polresta Kupang Kota untuk pemeriksaan intensif.

"Pelaku sudah berulang kali mencabuli dan menyetubuhi korban," terang Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Djoko Lestari.

Sementara korban menjalani pemeriksaan medis dan visum di rumah sakit dengan pengawasan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Kupang Kota.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us