Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Solidaritas Gempa NTT, Gubernur NTB Gunakan Pakaian Adat Manggarai
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengenakan pakaian adat Manggarai saat upacara HUT ke-81 RI sebagai solidaritas bagi warga NTT yang terdampak gempa.
  • Iqbal menegaskan korban gempa di Manggarai tidak sendiri, karena masyarakat NTB turut merasakan penderitaan mereka setelah pernah mengalami gempa besar pada 2018.
  • Pemprov NTB mengirim 55 tenaga kesehatan, 34 ton beras, logistik, dan layanan trauma healing ke NTT; Flobamora NTB juga menggelar doa bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menggunakan pakaian adat Manggarai saat menjadi inspektur Upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin (17/8/2026). Iqbal bersama istri, Sinta Agathia Soedjoko, mengenakan baju tradisonal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) lengkap dengan kain tenun.

Gubernur Iqbal mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan sarung tenun tradisional Songke Manggarai serta topi adat. Kain Songke bercorak khas dengan latar belakang hitam dan motif warna-warni yang menyimbolkan nilai serta filosofi budaya masyarakat Manggarai, NTT.

1. Solidaritas untuk korban gempa NTT

Upacara detik-detik proklamasi Peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin (17/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Iqbal mengatakan dia mengenakan baju adat Manggarai sebagai bentuk solidaritas kepada korban gempa NTT. Saat ini, warga Manggarai sedang menghadapi bencana gempa bumi yang melanda daerah tersebut pada Sabtu (15/8/2026).

"Ini pakaian adat Manggarai. Jadi ini untuk menunjukkan solidaritas terhadap saudara kita di Manggarai yang sedang menghadapi bencana," kata Iqbal usai Upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin (17/8/2026).

2. Masyarakat NTT tidak sendiri

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama istri Sinta Agathia Soedjoko mengenakan baju adat Manggarai pada peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Iqbal mengungkapkan pesan yang ingin disampaikan dengan mengenakan baju adat Manggarai bahwa korban gempa di NTT tidak sendiri. Masyarakat NTB yang menjadi tetangga NTT juga merasakan apa yang dihadapi korban gempa saat ini.

Pada 2018, NTB juga pernah dilanda gempa besar seperti yang dialami warga Flores NTT. "Pesannya adalah saudara-saudaraku yang ada di Manggarai Flores yang terdampak oleh bencana gempa bumi, kalian tidak sendiri. Kami masyarakat NTB bersama kalian semua," kata dia.

3. Doa bersama untuk korban gempa NTT

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama istri Sinta Agathia Soedjoko mengenakan baju adat Manggarai pada peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Usai upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin (17/8/2026), Ikatan Keluarga Besar Flores, Sumba, Sabu, Rote, Timor, dan Alor (Flobamora) NTB menggelar doa bersama di depan Pendopo Gubernur NTB.

Kegiatan itu dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan istri, Sinta Agathia Soedjoko. Mereka membentangkan spanduk solidaritas "Pray For NTT".

Sebelumnya, Pemprov NTB telah mengirim 55 tenaga kesehatan untuk menjalankan misi kemanusiaan ke NTT. yang dilanda gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026). Selain itu, Pemprov NTB juga mengirim sebanyak 34 ton beras untuk korban gempa NTT.

Tim Solidaritas Kemanusiaan Kerja Sama Regional Bali-NTB-NTT (KRBNN) dilepas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Minggu (16/8) petang.

Selain beras, bantuan juga mencakup sekitar 1.000 dus air mineral, paket pangan dan sandang, obat-obatan, lebih dari 2.000 selimut, terpal, matras, gula, minyak, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya yang dikirim menggunakan kapal khusus dari Pelabuhan Sape Bima menuju pelabuhan terdekat yang aman di wilayah NTT.

Sebanyak 55 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang dikirim terdiri atas dokter, dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker, asisten apoteker, psikolog klinis, tenaga laboratorium, tenaga sanitasi, serta tenaga pendukung lainnya menuju daerah terdampak gempa di NTT.

Tim tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Rumah Sakit Universitas Mataram, Rumah Sakit Kota Mataram, dan sejumlah unsur kesehatan lainnya. Selain tenaga kesehatan, satu truk logistik medis diberangkatkan dengan membawa emergency kit, obat-obatan, dan perlengkapan pendukung pelayanan kesehatan.

Tim akan menangani kondisi darurat, khususnya korban trauma akibat gempa, sekaligus memberikan dukungan psikologis melalui layanan trauma healing. Tim kesehatan akan ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan dan bergerak secara mobile ke wilayah terdampak yang membutuhkan penanganan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article