Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama istri Sinta Agathia Soedjoko mengenakan baju adat Manggarai pada peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Usai upacara Detik-Detik Proklamasi Peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin (17/8/2026), Ikatan Keluarga Besar Flores, Sumba, Sabu, Rote, Timor, dan Alor (Flobamora) NTB menggelar doa bersama di depan Pendopo Gubernur NTB.
Kegiatan itu dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan istri, Sinta Agathia Soedjoko. Mereka membentangkan spanduk solidaritas "Pray For NTT".
Sebelumnya, Pemprov NTB telah mengirim 55 tenaga kesehatan untuk menjalankan misi kemanusiaan ke NTT. yang dilanda gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026). Selain itu, Pemprov NTB juga mengirim sebanyak 34 ton beras untuk korban gempa NTT.
Tim Solidaritas Kemanusiaan Kerja Sama Regional Bali-NTB-NTT (KRBNN) dilepas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Minggu (16/8) petang.
Selain beras, bantuan juga mencakup sekitar 1.000 dus air mineral, paket pangan dan sandang, obat-obatan, lebih dari 2.000 selimut, terpal, matras, gula, minyak, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya yang dikirim menggunakan kapal khusus dari Pelabuhan Sape Bima menuju pelabuhan terdekat yang aman di wilayah NTT.
Sebanyak 55 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang dikirim terdiri atas dokter, dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker, asisten apoteker, psikolog klinis, tenaga laboratorium, tenaga sanitasi, serta tenaga pendukung lainnya menuju daerah terdampak gempa di NTT.
Tim tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Rumah Sakit Universitas Mataram, Rumah Sakit Kota Mataram, dan sejumlah unsur kesehatan lainnya. Selain tenaga kesehatan, satu truk logistik medis diberangkatkan dengan membawa emergency kit, obat-obatan, dan perlengkapan pendukung pelayanan kesehatan.
Tim akan menangani kondisi darurat, khususnya korban trauma akibat gempa, sekaligus memberikan dukungan psikologis melalui layanan trauma healing. Tim kesehatan akan ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan dan bergerak secara mobile ke wilayah terdampak yang membutuhkan penanganan.