Bertahan di Tengah Laut, Penyelam Irlandia Ditemukan Terapung di Perairan Sikka

Tim SAR Gabungan menemukan Dervla Mulligan, Darragh Mc Kierna, dan dive guide Frederik Horimpun dalam keadaan selamat pada 5 Oktober 2026 setelah terbawa arus di perairan Pulau Panga Batang.
Dervla dan Darragh ditemukan terapung sekitar 3,17 mil laut dari titik awal, sedangkan Frederik ditemukan lima menit kemudian sekitar 4,21 mil laut dari lokasi penyelaman.
Insiden terjadi ketika enam penyelam terbagi dua tim dan terpisah akibat arus kuat; Patricia Retter telah ditemukan nelayan pada hari pertama pencarian.
Kupang, IDN Times - Tim SAR Gabungan menemukan dua penyelam Irlandia dan seorang dive guide yang sempat hilang karena terbawa arus saat menyelam di di perairan Pulau Panga Batang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/10/2026).
Dua penyelam asal Irlandia tersebut masing-masing Dervla Mulligan (28) dan Darragh Mc Kierna (27). Sementara satu korban lainnya adalah Frederik Horimpun (39), warga negara Indonesia yang bekerja sebagai dive guide di Maumere.
"Mereka ditemukan terapung pada Senin pagi tadi, 5 Oktober 2026, setelah dilaporkan hilang sejak kemarin karena terpisah dari rombongan akibat kuatnya arus laut," ujar Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur, dalam keterangan persnya.
1. Titik penemuan penyelam dan pemandu

Penyelam asal Irlandia ditemukan terapung di laut Sikka pasca terbawa arus dari Pulau Panga Batang. (Dok Basarnas Maumere) Fathur mengatakan pencarian terhadap ketiga korban dilakukan sejak pagi menggunakan sejumlah armada SAR. Kedua penyelam berkebangsaan asing itu yang pertama kali ditemukan. Keduanya ditemukan pada koordinat 08°32'23.83" LS dan 122°26'04.114" BT.
"Dervla dan Darragh ditemukan dalam kondisi selamat dari lokasi tersebut berjarak sekitar 3,17 nautical mile (NM) dari titik awal kejadian. Keduanya ditemukan dalam kondisi terapung setelah terbawa arus dari lokasi penyelaman," ungkapnya.
Lima menit berselang, Speed Polair KP Sukur menemukan Frederik Horimpun pada koordinat 08°33'37.61" LS dan 122°26'10.13" BT atau sekitar 4,21 NM dari lokasi awal kejadian. Ketiganya yang ditemukan pada operasi SAR hari kedua ini pun dinyatakan selesai berkat keterlibatan banyak pihak.
2. Terbagi dalam dua tim saat menyelam

Penyelam asal Irlandia ditemukan terapung di laut Sikka pasca terbawa arus dari Pulau Panga Batang. (Dok Basarnas Maumere) Peristiwa ini bermula saat enam orang yang terdiri dari dua dive guide lokal dan empat wisatawan mancanegara melakukan penyelaman di sekitar perairan Pulau Panga Batang. Rombongan yang terbagi menjadi dua tim itu mengalami arus laut di lokasi yang cukup kuat sehingga rombongan terpisah saat penyelaman.
Tim pertama terdiri dari seorang dive guide WNI, Maria Rosa Hariana Djaa (25), dan wisatawan asal Belanda, Bart Hazes (60). Kemudian tim kedua terdiri dari Frederik, Patricia, Dervla, dan Darragh.
Laporan kondisi membahayakan manusia tersebut diterima Kantor SAR Maumere pada Minggu pukul 14.10 WITA dari Riana selaku tour guide.
3. Salah satu penyelam ditemukan sehari sebelumnya

Penyelam asal Irlandia ditemukan terapung di laut Sikka pasca terbawa arus dari Pulau Panga Batang. (Dok Basarnas Maumere) Patricia Retter (42), salah satu penyelam yang hilang dari tim kedua ini terlebih dahulu ditemukan oleh nelayan beberapa jam setelah dilaporkan. Patricia ditemukan nelayan bersama Tim SAR Gabungan di perairan antara Pulau Babi dan Nangahale sekitar pukul 16.30 WITA.
Pencarian para penyelam ini sebelumnya melibatkan sejumlah unsur, termasuk Basarnas, nelayan, TNI, dan Polri. Di antaranya Lanal Maumere, Ditpolair Polda NTT, serta Satpolair Polres Sikka.
Saat hari kedua itu pencarian olehTim SAR Gabungan menggunakan sejumlah armada, di antaranya KN SAR Puntadewa 250, Speed Polair KP Sukur, Sea Rider KN SAR Puntadewa, dan Rubber Boat Kantor SAR Maumere.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















