- Fokus Maker (sayap Golkar) Provinsi NTT (1998–1999);
- Banteng Muda Indonesia (sayap PDIP) DPD NTT (1999–2000);
- Pemuda Katolik Komda NTT (1997–2003) dan Sekretaris Cabang Kupang (2001–2007):
- Sekretaris Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi NTT (2003–2007);
- Konsorsium Pengembangan Masyarakat (KPM) NTT (2001–2006);
- Ketua Serikat Sosial Vincentius SSV Timor dan Alor (2007–2012).
Profil Wabup Nagekeo yang Menghabiskan Hari Terakhirnya Bersama Warga

Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada meninggal akibat serangan jantung pada 3 Oktober 2026 saat perjalanan dinas dari Aesesa Selatan menuju Mbay.
Di hari terakhirnya, Gonzalo turun mencatat kebutuhan pascagempa Flores dan bergotong royong memperbaiki jalan Aemali–Danga, sebagai Ketua Satgas Gempa serta Komandan Posko Tanggap Darurat.
Mantan anggota DPRD NTT yang dilantik sebagai wakil bupati pada 2025 ini mendapat penghormatan ASN; jenazah dijadwalkan dimakamkan di Bobou, Bajawa, 6 Oktober 2026.
Kupang, IDN Times - Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, meninggal dunia pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026. Ia mengalami serangan jantung saat berada di dalam mobil dinas, dalam perjalanan dari Kecamatan Aesesa Selatan menuju Mbay.
Kepergiannya menjadi duka bagi masyarakat Nagekeo yang juga masih dalam pemulihan gempa Flores, NTT. Gonzalo di masa terakhir hidupnya aktif turun ke lapangan untuk mencatat kebutuhan masyarakat pascagempa. Pada malam terakhirnya itu, ia diketahui masih membantu pengerjaan jalan rusak di Aemali–Danga di Desa Rendu Tutubhada. Gonzalo ikut bergotong royong bersama warga saat itu.
Gonzalo sendiri merupakan putra kebanggaan daerah Nagekeo yang maju mendampingi Bupati Simplisius Donatus untuk periode 2025–2030.
1. Riwayat organisasi dan pendidikan

Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada wafat saat bertugas. (Dok Prokopim Nagekeo) Perjalanan hidup Gonzalo terbilang dekat dengan masyarakat dan aktif dalam dunia politik lewat sejumlah organisasi yang ia ikuti sejak muda. Pria kelahiran Doberako, 11 April 1968 ini tercatat aktif di sejumlah organisasi seperti:
Gonzalo muda menempuh pendidikan di SDK Solo Nagekeo, SMPK Christo Regi Ende, dan SMEA Negeri Ende. Ia pun menamatkan pendidikan S1 Ilmu Sosial Politik di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan lulus pada 1995.
2. Karier politik dimulai dari legislatif

Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada wafat saat bertugas. (Dok Prokopim Nagekeo) Beranjak dari pengalaman organisasi, Gonzalo kemudian bergabung dengan Perindo (2018–2024) yang mengantarnya berkarier di legislatif. Ia terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi NTT periode 2019–2024.
Gonzalo beralih perahu politik ke PAN (2024–sekarang) yang membawanya menduduki kursi Wakil Bupati Nagekeo pada pilkada 2024. Ia dilantik pada 20 Februari 2025 lalu. Dalam tugasnya itu ia ditunjuk sebagai Ketua Satgas Penanganan Bencana Gempa Kabupaten Nagekeo sekaligus Komandan Posko Tanggap Darurat pascagempa Flores.
Sosoknya kerap disebut sebegai pribadi yang punya jaringan lintas kelompok sehingga mampu melakukan konsolidasi politik lokal di Nagekeo.
Perjalanan sebagai Wakil Bupati Nagekeo masih panjang hingga 2029 nanti namun takdir berkata lain. Gonzalo meninggal pada 3 Oktober 2026. Ia menyisakan kenangan dengan masyarakat terutama dalam penanganan pengungsi, distribusi bantuan, pemulihan infrastruktur, serta koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana lintas institusi dan kementerian.
3. Upacara penghormatan terakhir

Prosesi penghormatan terakhir untuk Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada di Kantor Bupati Nagekeo. (Dok Prokopim Nagekeo) Plh Sekretaris Daerah Imanuel Ndun membenarkan wafatnya Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada pada Sabtu malam (3/10/2026), sekitar pukul 20.10 WITA.
"Saya menginformasikan berita duka secara resmi kepada seluruh masyarakat bahwa telah meninggal dunia dengan tenang, Bapak Gonzalo Gratianus Muga Sada, Wakil Bupati Nagekeo. Beliau meninggal karena serangan jantung dan kita semua doakan agar beliau dapat beristirahat dalam damai abadi," ungkapnya.
Jenazahnya akan dibawa ke kampung halamannya dengan rangkaian prosesi sebelumnya yaitu disemayamkan sementara di Kantor Bupati Nagekeo. Ratusan ASN saat itu mengikuti dengan haru penghormatan terakhir tersebut.
"Hal yang sulit bagi saya adalah menerima kenyataan bahwa mulai esok dan hari-hari selanjutnya kami tak lagi mendengar sapaan khasmu," ungkap Bupati Simplisius Donatus sambil menangis haru.
Jenazahnya terlebih dahulu dibawa ke Desa Solok usai penghormatan terakhir di Kantor Bupati Nagekeo. Kemudian pada Senin (5/10/2026) masih disemayamkan di Kampung Adat Langa Gedha dan akan dikebumikan pada Selasa (6/10/2026) di Bobou, Bajawa.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















