Gempa Sumba Barat Daya, Satu Warga Kena Runtuhan dan 56 Rumah Rusak

Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya pada Minggu pagi, menyebabkan 56 rumah terdampak: 49 rusak ringan, 6 rusak sedang, dan 1 rusak berat.
Satu warga Desa Bondo Kodi terluka akibat tertimpa reruntuhan dan menjalani rawat jalan; pendataan BPBD masih berlanjut.
Lima gereja serta sejumlah fasilitas kesehatan dan sekolah mengalami kerusakan. BMKG menyatakan gempa dangkal akibat sesar aktif ini tidak berpotensi tsunami, dengan satu gempa susulan tercatat.
Kupang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mencatat 56 unit rumah terdampak gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,1 yang mengguncang pada pukul 06.55.52 WITA, Minggu pagi (4/10/2026).
Kepala BPBD SBD Stefanus Malo menyebut data ini hasil rekapitulasi per Minggu malam pascakejadian dan pendataan lanjutan masih berlangsung. Dalam kejadian tersebut BPBD masih mendata adanya satu warga yang mengalami luka karena tertimpa reruntuhan.
1. Satu korban luka-luka dan satu rumah rusak berat

Kerusakan rumah akibat gempa di Sumba Barat Daya M6,1. (Dok Kominfo Sumba Barat Daya) Ia mengungkap korban dalam kejadian ini adalah Desa Bondo Kodi, Kecamatan Kodi bernama Odoridus J. Kaka (26). Ia mengalami luka setelah tertimpa reruntuhan dan sementara menjalani rawat jalan.
BPBD juga mencatat adanya 56 unit rumah terdampak yang mana 49 rumah rusak ringan, 6 rumah rusak sedang dan 1 rumah rusak berat karena atap hingga tembok yang runtuh.
"Rumah rusak berat ini milik warga Timotius Tende Rangga dari Desa Kahale, Kecamatan Kodi Balaghar," ungkapnya.
Kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Wewewa Selatan, kemudian Kecamatan Kodi Bangedo.
2. Gereja alami kerusakan terbanyak

Dampak kerusakan gempabumi magnitudo 6.1 di Sumba Barat Daya (SBD). (Dok Pusdalops NTT) Untuk fasilitas dan tempat publik yang paling banyak terdampak, paparnya, ialah 5 unit gereja kemudian diikuti dengan puskesmas dan pustu.
Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo, SDK Manu Toghi, Gereja Katedral Waitabula, Puskesmas Tanggaba, Puskesmas Kori, RSUD Pratama Reda Mbolo, SDN Wailangira, GBI Suara Kebenaran Sapurata, hingga GKS Mata Waitabula.
"Kerusakan yang dilaporkan antara lain berupa tembok retak, tembok runtuh, plafon runtuh, hingga pagar tembok roboh," ungkapnya.
3. Warga panik dan melarikan diri, gempa tak berpotensi tsunami

Kerusakan rumah akibat gempa di Sumba Barat Daya M6,1. (Dok Kominfo Sumba Barat Daya) Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto sebelumnya mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.
"Gempa ini memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault meski getarannya cukup kuat dirasakan masyarakat, namun kami memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami," tukasny
Intensitas terkuat mencapai skala VI Modified Mercalli Intensity (MMI) di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi. Pada skala tersebut, jelas dia, getaran ini dirasakan seluruh penduduk. Banyak warga terkejut dan langsung berlari keluar untuk menyelamatkan diri.
"Terasa juga hingga di Kota Bima terasa dengan skala III MMI. Hingga pukul 07.25.55 WITA BMKG mencatat satu gempa susulan," ujar Wijayanto.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















