Disambut Gendang Beleq, Para Pembalap Top MotoGP Tiba di Lombok

- Sebanyak 11 pembalap MotoGP tiba di BIZAM Lombok pada 5 Oktober 2026 bersama kru dan ofisial, menggunakan tiga pesawat charter Garuda Indonesia dari Narita, Jepang.
- Kedatangan mereka disambut musik Genggong, Gendang Beleq, pelajar berpakaian adat Lombok-Sumbawa, serta pengalungan selendang tenun khas NTB; sejumlah pembalap juga menyapa penggemar.
- Pemerintah NTB memanfaatkan MotoGP untuk memperkenalkan budaya, pariwisata, kuliner, dan ekonomi kreatif daerah kepada tamu internasional, termasuk sektor akomodasi, transportasi, UMKM, serta atraksi Lombok-Sumbawa.
Lombok Tengah, IDN Times - Sebanyak 11 pembalap MotoGP tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (5/10/2026) pukul 17.15 hingga 20.45 WITA. Mereka diangkut bersama ratusan kru dan ofisial menggunakan tiga pesawat charter maskapai Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Narita, Jepang.
Pembalap MotoGP yang tiba di Lombok hari ini, diantaranya Jorge Martin, Marco Bezzecchi, Francesco Bagnaia, Alex Rins, Enea Bastianini, Jack Miller, Maverick Vinales, Raul Fernandez, Toprak Razgatlioglu, Pedro Acosta dan Brad Binder.
1. Pembalap MotoGP disambut Gendang Beleq dan musik Genggong

Pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia saat tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Senin (5/10/2026) malam. (IDN Times/Muhammad Nasir) Kedatangan para pembalap dan kru MotoGP disambut dengan suasana khas budaya NTB. Setibanya di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, para pembalap dan kru MotoGP disambut dengan alunan musik Genggong khas Sasak.
Mereka juga mendapat sambutan melalui pertunjukan Gendang Beleq, salah satu kesenian tradisional khas Lombok yang identik dengan tabuhan musik yang enerjik dan semarak. Suasana semakin meriah dengan hadirnya barisan pelajar yang mengenakan pakaian adat Lombok dan Sumbawa.
Mereka berdiri menyambut para riders sebagai bentuk penghormatan sekaligus menggambarkan keberagaman budaya yang dimiliki NTB. Para pembalap disambut dengan pengalungan selendang tenun khas NTB.
2. Para pembalap sapa penggemar

Kedatangan para ofisial dan kru MotoGP di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Senin (5/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Sejumlah pembalap seperti Jack Miller dan Enea Bastianini menyapa para penggemar. Begitu juga Marco Bezzecchi, Francesco Bagnaia, Jorge dan Toprak Razgatlioglu.
Pemimpin klasemen sementara MotoGP 2026, Jorge Martin mengatakan kondisinya sangat baik menjelang MotoGP Mandalika. Pembalap asal Spanyol itu menyampaikan selamat datang kembali ke Lombok. "See you Lombok," kata Martin singkat.
Branch Communication & CSR Department Head BIZAM, Hidya Putri Ranadhina mengatakan para pembalap, ofial dan kru MotoGP diangkut menggunakan tiga pesawat charter dari Jepang. Pesawat pertama tiba di BIZAM pukul 17.15 WITA membawa sebanyak 363 orang.
Kemudian pesawat kedua tiba pukul 17.27 WITA membawa sebanyak 235 penumpang. Sedangkan pesawat ketiga tiba pukul 20.45 membawa 250 penumpang. "Semuanya ofisial, kru dan rider.Sekitar 480 orang yang landing di bandara hari ini menggunakan tiga pesawat charter," kata Putri.
3. Bentuk keramahan dan memperkenalkan identitas budaya NTB ke dunia internasional

Kedatangan ofisial dan kru MotoGP di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Senin malam (5/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Ahmad Nur Aulia, mengatakan penyambutan dengan kesenian dan pakaian adat tersebut merupakan bentuk keramahan masyarakat NTB. Sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada dunia internasional.
“Melalui momentum MotoGP ini, kita ingin menunjukkan bahwa NTB tidak hanya memiliki sirkuit berkelas dunia, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang menjadi daya tarik tersendiri. Penyambutan melalui Genggong, Gendang Beleq, serta barisan masyarakat dengan pakaian adat Lombok dan Sumbawa merupakan wujud identitas dan keramahan masyarakat NTB dalam menyambut tamu dari berbagai negara,” kata Aulia.
Dia mengatakan bahwa MotoGP bukan hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif NTB. Aulia berharap kehadiran MotoGP dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi, UMKM, hingga berbagai atraksi dan destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa.
“Kita ingin para riders, kru, dan seluruh tamu yang datang tidak hanya merasakan atmosfer balap MotoGP, tetapi juga mendapatkan pengalaman tentang budaya dan keramahan masyarakat Lombok dan Sumbawa. Ini menjadi bagian dari promosi pariwisata kita,” ujarnya.
Penyambutan para pembalap dengan musik Genggong, Gendang Beleq, serta pakaian adat Lombok dan Sumbawa menjadi simbol perpaduan antara sport tourism dan kekayaan budaya lokal. Aulia menambahkan bahwa kehadiran event olahraga kelas dunia tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi NTB sebagai salah satu destinasi pariwisata dan sport tourism unggulan Indonesia.
“Momentum ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin. MotoGP menjadi etalase bagi NTB untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, kuliner, serta produk ekonomi kreatif kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara,” tambahnya.
Kedatangan para pembalap membuat atmosfer MotoGP 2026 di Lombok semakin terasa. Selain menyaksikan persaingan para pembalap dunia di lintasan, para wisatawan yang datang juga diajak untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam, budaya, tradisi, dan keramahan masyarakat NTB.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















