Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seribu Warga Adonara Mengungsi dan Trauma Gempa Susulan

Seribu Warga Adonara Mengungsi dan Trauma Gempa Susulan
Warga Adonara jadi korban gempa. (Dok Polres Flores Timur)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Gempa magnitudo 3,7 mengguncang Pulau Adonara, NTT, memicu kepanikan warga dan menyebabkan lebih dari seribu orang mengungsi akibat kerusakan rumah serta gempa susulan yang terus terjadi.
  • BPBD Flores Timur menyalurkan bantuan darurat seperti tenda dan logistik, sementara Polres Flores Timur melakukan trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan terdampak bencana.
  • Pemkab Flores Timur mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat tetap tenang, mengikuti langkah mitigasi gempa, serta hanya mengakses informasi dari BMKG dan BPBD untuk keselamatan bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (10/4/2026) siang dan dampak paling terasa di wilayah Pulau Adonara. Gempa berkekuatan magnitudo 3,7 itu membuat warga di sana panik dan trauma karena ratusan rumah mereka sebelumnya rusak akibat gempa beruntun yang sama.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa besar ini merupakan rangkaian gempa susulan yang terus terjadi sejak Rabu lalu (9/4/2026) hingga dengan hari ini.

"Gempa dangkal ini dipicu aktivitas sesar aktif yang sebelumnya juga memicu gempa magnitudo 4,7 pada Rabu lalu," jelas BMKG melalui Kepala Stasiun Geofisika Kupang dalam keterangan tertulisnya.

1. Dua desa terparah

IMG-20260410-WA0005.jpg
Warga Adonara jadi korban gempa. (Dok Polres Flores Timur)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty Nemo, mengatakan warga saat ini memilih mengungsi secara mandiri. Banyak warga yang juga trauma dan memilih bertahan di luar rumah seperti di lapangan luas.

Data BPBD Flores Timur hingga pagi tadi mencatat sebanyak 1.100 jiwa di sana mengungsi akibat gempa yang terus terjadi.

“Banyak juga yang tinggal di luar karena guncangan susulan masih terus terjadi,” ujar dia, Jumat (10/4/2026).

Gempa ini berdampak di Desa Terong, Lamahala Jaya, Motonwutun, Dawataah, dan Karing Lamalouk yang semuanya berada di Pulau Adonara. Namun begitu Desa Terong yang jadi wilayah dengan kerusakan terparah yaitu 134 rumah rusak dan 670 jiwa terdampak, diikuti di Desa Lamahala dengan 70 rumah rusak dengan 430 jiwa terdampak. Ia menyebut jumlah ini bisa bertambah karena gempa yang masih terasa.

2. Polisi lakukan trauma healing

IMG-20260410-WA0024.jpg
Polisi beri trauma healing ke warga Adonara yang jadi korban gempa. (Dok Polres Flores Timur)

BPBD Flores Timur saat ini terus melakukan penanganan darurat. Sejumlah bantuan seperti tenda, kasur, selimut, beras, dan logistik lainnya telah disalurkan ke lokasi terdampak.

Warga yang jadi korban bencana alam ini menderita trauma dan kepanikan berlebih terutama anak-anak. Pemulihan trauma juga tala dilakukan langsung oleh anggota Polres Flores Timur.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengatakan ada empat polisi wanita (polwan) melakukan trauma healing pada anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

3. Imbauan Pemkab Flores Timur

IMG-20260410-WA0006.jpg
Warga Adonara jadi korban gempa. (Dok Polres Flores Timur)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur telah mengeluarkan surat imbauan resmi terkait kewaspadaan gempa bumi tertanggal 10 April 2026. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, serta mengikuti arahan resmi.

Sekretaris Daerah Flores Timur Yakobus Ara Kian dalam surat yang diterbitkannya itu mengarahkan camat serta kepala desa hingga lurah untuk menyampaikan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan kepada masyarakat, menyusul gempa magnitudo 4,5 yang terjadi sebelumnya dan masih diikuti gempa susulan.

"Warga yang berada di dalam bangunan diminta berlindung di bawah meja yang kokoh, melindungi kepala dengan benda empuk, serta menjauhi kaca dan benda yang berpotensi jatuh," bunyi imbauan itu.

Selain itu, masyarakat juga diminta segera menuju area terbuka saat gempa dan terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD. BMKG sendiri mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi dari kanal yang telah terverifikasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More