Pegawai Kantor Gubernur NTT Mulai WFH, Listrik hingga Lift Dimatikan

- Kantor Gubernur NTT mulai menerapkan sistem WFH dengan pembagian shift kerja pagi dan sore, membuat suasana kantor lebih lengang dan sebagian fasilitas dimatikan.
- Langkah penghematan listrik dan BBM dilakukan sejak Januari, termasuk pembatasan penggunaan lift hanya pada jam tertentu untuk efisiensi energi.
- Pejabat eselon dua tetap wajib hadir di kantor bersama dua staf pendukung, sementara ASN lain bekerja dari rumah namun harus siap dipanggil bila dibutuhkan.
Kupang, IDN Times - Suasana Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) tampak lengang dan tidak seramai biasanya setelah pemberlakuan work from home (WFH), Jumat (10/4/2026). Aktivitas perkantoran berkurang signifikan dibanding hari-hari sebelumnya.
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) masih terlihat bekerja seperti biasa, namun banyak meja kerja dibiarkan kosong. Beberapa fasilitas seperti lampu, komputer, hingga lift juga dimatikan atau tidak digunakan.
1. Ada yang bisa berlakukan sistem shift

Pantauan di Biro Adminitrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, para pegawai yang masuk bekerja dengan sebagian lampu kantor yang dibiarkan mati. Hanya beberapa komputer saja yang digunakan oleh para pegawai yang masuk hari itu.
Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Frans Tiran menyampaikan untuk di kantor tersebut diberlakukan WFH dengan sistem shift atau pembagian waktu masuk kantor.
Pembagian shift ini berlaku mulai pukul 07.00 WITA sampai 13.00 WITA kemudian dilanjutkan untuk shif sore hingga jam dinas berakhir. Pembagian ini mengingat pendampingan berbagai kegiatan yang akan dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur.
"Kami di sini ada 17 orang dengan yang hadir ini 10 orang. Sementara 7 orang kerja dari rumah dengan komunikasi yang tetap berjalan. Kemudian diatur semacam shift untuk bergantian," tanggapnya saat diwawancarai, Jumat (10/4/2026).
Untuk itu, sejumlah kebutuhan listrik juga dikurangi, kata dia, seperti lampu hingga komputer karena berkurangnya aktivitas di dalam kantor.
2. Penghematan lift sudah sejak Januari

Plh Sekretaris Daerah NTT, Rita Wuisan, yang diwawancarai di ruang kerjanya membenarkan penghematan listrik dan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Maka dari itu pada penerapannya pun sejumlah barang elektronik di ruangan yang tidak dipakai otomatis akan dimatikan.
"Ruangan-ruangan yang tidak dipakai maka lampu, kulkas, segala macam benda elektroniknya pasti mati," jelasnya.
Untuk penghematan ini pun sebenarnya sudah dimulai sejak Januari lalu dimulai dari penggunaan lift. Ia menyebut lift akan dinyalakan pada waktu ASN masuk kantor di pukul 07.00 - 08.00 WITA. Kemudian dibuka lagi pada saat jam istirahat pukul 12.00 - 13.00 WITA, lalu diaktifkan lagi pada jam 16.00 WITA. Kantor Gubernur NTT sendiri menggunakan dua lift yang bisa dipakai bergantian. Fasilitas ini tidak bisa dinonaktifkan seluruhnya mengingat pegawai yang bekerja di lantai paling atas.
"Lift memang tidak bisa ditutup total mengingat adanya staf lainnya yang beraktivitas di lantai dua ke atasnya," tukasnya.
3. Pejabat eselon wajib hadir di kantor dengan dua staf pendukung

Rita menyebut WFH ini dilaksanakan oleh pemerintah daerah provinsi kabupaten dan kota sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun bagi pejabat eselon dua tetap harus ke kantor bersama dua staf pendukungnya.
"Untuk pejabat tinggi pratama atau eselon dua wajib hadir di kantor namun harus didampingi paling banyak dua staf pendukungnya," tukasnya.
Sementara setiap ASN yang WFH, tegasnya, harus siap merespon panggilan kerja maupun datang kembali ke kantor bila dibutuhkan terkait pekerjaan. Ia mencontohkan ada pegawainya yang harus kembali ke kantor meskipun WFH karena memang pekerjaan tersebut adanya kondisi mendesak.










![[QUIZ] Apakah Anakmu Diam-diam Terluka? Kenali Tandanya dari Kuis ini!](https://image.idntimes.com/post/20260408/pexels-sripadastudios-28991569_bb6d4fd4-8539-4931-93f7-84949f299e20.jpg)







