Seekor Anjing Tuntun Warga Temukan Kerangka Manusia di Kupang

- Warga Naioni, Kota Kupang, digegerkan penemuan kerangka diduga manusia pada Kamis sore, setelah seekor anjing mengarahkan dua polisi ke pakaian hijau di lokasi.
- Polisi menemukan tas biru pudar, sejumlah tulang tidak lengkap, dan KTP. Kerangka telah dievakuasi untuk pemeriksaan, sementara identitas serta penyebab kematian belum dipastikan.
- Polresta Kupang Kota melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan menyelidiki kasus ini. Kelurahan Naioni belum menerima laporan warga hilang dalam beberapa tahun terakhir.
Kupang, IDN Times - Warga Kelurahan Naioni, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), digegerkan dengan temuan kerangka yang diduga merupakan tulang manusia. Penemuan kerangka ini terjadi di wilayah RT 04/RW 02, pada Kamis (17/9/2026) sore.
Temuan ini bermula ketika seekor anjing mendekati pakaian berwarna hijau di tempat kejadian perkara (TKP). Tingkah anjing ini dicurigai sehingga diikuti oleh dua polisi yang sedang berada di sekitar lokasi. Mereka memeriksa apa yang ditemukan anjing tersebut yang diduga sementara sebagai kerangka manusia.
1. Temukan tas dan sejumlah tulang

Polisi lakukan olah TKP penemuan kerangka manusia di Naioni, Kota Kupang. (Dok Polresta Kupang Kota) Selain menemukan pakaian, kedua polisi di lokasi juga mendapati sebuah tas berwarna biru yang telah memudar serta sejumlah tulang tidak lengkap yang diduga kerangka manusia.
Kapolsek Alak, AKP I Ketut Setiasa, membenarkan temuan ini dalam keterangannya pada Sabtu (19/9/2026). Ia mengatakan sejumlah langkah penanganan telah dilakukan setelah laporan dari kedua anggota tersebut masuk ke SPKT Polresta Kupang Kota.
"Tak lama kemudian, personel Polsek Alak bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Kupang Kota mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujarya.
Petugas Unit Identifikasi kemudian mengevakuasi kerangka tersebut ke dalam kantong jenazah untuk pemeriksaan lebih lanjut.
2. Polisi temukan KTP

Kapolsek Alak, AKP I Ketut Setiasa. (Dok Polresta Kupang Kota) Ia menyebut proses olah TKP juga dilakukan oleh polisi yang mana saat itu menemukan sebuah kartu tanda penduduk (KTP). Polisi menduga temuan ini berkaitan dengan kerangka tersebut namun belum bisa langsung dipastikan identitas yang tercantum dalam KTP tersebut merupakan identitas orang yang kerangkanya ditemukan.
"Identitas korban maupun penyebab kematian masih menunggu proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut," tukasnya.
Ia mengungkap tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP) seperti olah TKP dan mengamankan barang-barang yang ditemukan, hingga penyelidikan akan terus dilakukan polisi guna mendapatkan petunjuk lain mengenai kerangka tersebut.
"Polri telah melakukan langkah-langkah Kepolisian berupa TPTKP, olah TKP, mengamankan barang yang ditemukan, serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan kronologi secara jelas," kata I Ketut Setiasa.
3. Tak ada laporan warga Naioni yang hilang

Temuan kerangka manusia di Kota Kupang. (Dok Polresta Kupang Kota) Lurah Naioni, Oktovianus Nifu, mengaku telah memperoleh informasi dari Bhabinkamtibmas mengenai kondisi kerangka tersebut. Namun sejauh ini belum ada laporan mengenai warga di wilayahnya yang hilang dalam beberapa tahun terakhir.
"Saya sudah tanya dari Pak Bhabinkamtibmas, katanya kerangka itu sudah lama, sekitar tiga atau empat tahun. Katanya dari Soe, karena sesuai dengan identitas KTP yang ditemukan di lokasi itu," ujarnya.
Ia menyebut identitas tersebut belum dapat dipastikan sebagai identitas kerangka dan masih menunggu proses identifikasi dari polisi sekaligus untuk mengetahui penyebab kematiannya.


















