Peneliti Utama PT Bahari Agro Indonesia, Maya Puspita. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Penelitian pertama berhasil mengidentifikasi potensi rumput laut sebagai sumber nutrisi dan bahan baku nutrasetikal bernilai tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa rumput laut dapat dikembangkan menjadi produk nutrasetikal, pangan fungsional, serta bahan baku industri makanan dan kosmetik yang memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan dan hilirisasi.
Peneliti utama dari Universitas Mataram, Eka S. Prasedya, menyampaikan bahwa berbagai spesies rumput laut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan dan nutrisi bernilai tambah. Eka menekankan dampak sosialnya, terutama dalam pemberdayaan perempuan yang mencapai sekitar 80 persen keterlibatan dalam budidaya dan pengolahan rumput laut. Dengan penguatan rantai nilai dan peningkatan produksi, kata dia, sektor ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, meskipun hasil ekonominya masih bergantung pada stabilitas produksi dan tingkat hilirisasi.
Selain berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan dan nutrisi, rumput laut juga menunjukkan peluang besar sebagai bahan baku berbagai inovasi ramah lingkungan. Peneliti utama PT Bahari Agro Indonesia, Maya Puspita, menjelaskan bahwa biomassa rumput laut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti bahan kosmetik, pakan ternak, protein, dan bahan peningkat kualitas bioplastik. Melalui kolaborasi peneliti kedua negara, penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan rumput laut sekaligus mengurangi polusi plastik di Indonesia.
Maya menekankan bahwa tantangan pengembangan material pengganti plastik tidak hanya membuat bahan yang ramah lingkungan, tetapi juga memastikan solusi tersebut memiliki nilai ekonomi dan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Karena itu, tim peneliti menerapkan prinsip zero waste dengan memanfaatkan seluruh bagian rumput laut secara optimal. Penelitian ini juga, kata Maya, mendorong penggunaan teknologi pengolahan yang lebih ramah lingkungan serta peningkatan kualitas bahan baku melalui edukasi petani dan perbaikan praktik pascapanen sesuai kebutuhan pasar.
Pemaparan hasil riset juga turut dibahas dalam diskusi bersama dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim, Direktur Pengembangan Indonesia Timur Bappenas Ika Retna Wulandary, serta Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Prof. Yos Sunitiyoso. Diharapkan penguatan riset, hilirisasi, dan kolaborasi lintas pihak dapat semakin mendorong pemanfaatan potensi rumput laut secara berkelanjutan.