Ketua Bawaslu NTB Itratip. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Terpisah, Ketua Bawaslu NTB Itratip yang dikonfirmasi IDN Times, Jumat (12/1/2024) mengatakan jajaran Bawaslu kabupaten/kot di NTB melakukan pengawasan langsung di gudang logistik pada saat penyortiran surat suara.
Terkait temuan surat suara yang rusak, menurut Itratip merupakan sesuatu yang normal karena tujuan penyortiran itu sendiri untuk memilih, dan mengecek setiap surat suara sebelum dikirim ke kecamatan dan tempat pemungutan suara (TPS).
"Penyortiran itu proses awal untuk memastikan surat suara yang akan dikirim baik dan tidak rusak. Karena dari pabrik mungkin ada cacat produksi, itu yang disortir," kata Itratip.
Ia menilai kinerja KPU dalam proses penyortiran logistik pemilu sudah cukup bagus. Karena dalam proses penyortiran diberlakukan SOP yang cukup ketat bagi petugas.
"Setiap pekerja kontrak atau petugas penyortir itu ada SOP. Kemudian ada juga CCTV untuk melakukan pemantauan," terangnya.
Dalam proses penyortiran, lanjut Itratip, selain ditemukan surat suara yang rusak. Pihaknya juga menemukan surat suara yang tertukar antar kabupaten/kota. Kemudian temuan itu direkomendasikan untuk segera ditindaklanjuti oleh KPU.
"Yang menjadi atensi kita pada proses pendistribusian logistik dari kabupaten/kota, kecamatan dan TPS. Kita tahu bahwa di bulan Februari diperkirakan masuk puncak musim hujan," terang Itratip.
Bawaslu NTB mengintensifkan diskusi dengan KPU untuk memetakan wilayah - wilayah yang rawan banjir. Selain itu, pihaknya juga memberikan atensi terkait pendistribusian logistik pemilu ke pulau-pulau kecil yang ada di NTB.
"Ini perlu kita antisipasi dari sekarang. Sehingga betul-betul ada pola distribusi yang tepat, kemudian logistik terjaga," ucapnya.