PVMBG Jawab Soal Ombak pada Kawah 'Arwah Anak Muda' di Danau Kelimutu

- Longsoran tebing kawah menyebabkan gelombang dan gemuruh di Kawah II Danau Kelimutu
- Warga dilarang mendekati kawah danau gunungapi wisata ini yang berada pada Level I (Normal)
- Mitos dan warna Danau Kelimutu: masing-masing kawah memiliki mitos, seperti tempat jiwa anak muda yang biasanya berwarna hijau
Kupang, IDN Times -Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian ESDM, melalui Badan Geologi menjawab soal penyebab adanya gemuruh dan ombak di salah satu kawah Danau Kelimutu, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026), menyebut gelombang yang terlihat dalam beberapa video yang beredar di jagat maya itu terjadi pada Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri).
Balai Taman Nasional (BTN) Kelimutu sendiri menyebut kawah ini dalam mitos dan kepercayaan lokal setempat dipercaya menjadi tempat bagi arwah atau jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau Kelimutu atau dikenal sebagai Danau Tiga Warna.
1. Longsoran dari tebing kawah

Lana menyampaikan video dari pengunjung terkait gelombang yang terjadi di permukaan Kawah II ini sudah diperiksa oleh petugas di lapangan. Ia memastikan gelombang dan gemuruh yang sempat terdengar pada kejadian tersebut adalah akibat dari longsornya sebagian tebing timurlaut dari Kawah II.
"Hal ini kemungkinan disebabkan oleh curah hujan yang intensif sehingga menyebabkan ketidakstabilan tebing tersebut," jelas dia.
Dalam video yang beredar menunjukkan air berwarna hijau dari dalam salah satu danau tersebut berombak pelan sehingga menarik perhatian pengunjung. Gelombang ini tidak berhenti dalam sesaat dan terus berulang-ulang kali terjadi.
2. Warga dilarang mendekati kawah

Danau Tiga Warna di Gunung Kelimutu ini tidak mengalami peningkatan yang signifikan dari aktivitas kegempaan, warna maupun dari suhu kawah, berdasarkan pengamatan visual dan instrumental hingga 12 Januari 2026.
Gunung ini merupakan gunungapi tipe strato dengan ketinggian 1384,5 m di atas permukaan laut di Kabupaten Ende, NTT, dengan pengawasan dari Pos Pengamatan (PGA) yang berlokasi di Kampung Kolorongo, Desa Waturaka, Ende.
Saat ini gunungapi wisata ini berada pada Level I (Normal) dengan jumlah pengunjung cukup tinggi. Dengan mempertimbangkan semua data tersebut, masyarakat dan para pengunjung diimbau agar membatasi aktivitas di sekitar area kawah dengan tidak melewati pagar pembatas, tidak mendekati kawah danau, tidak mendekati tembusan gas dan tidak bermalam di dalam kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.
3. Mitos dan warna Danau Kelimutu

Ia menyebut Gunung Kelimutu memiliki 3 danau kawah yaitu Kawah I (Tiwu Ata Polo), Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) dan Kawah III (Tiwu Ata Bupu).
BTN Kelimutu dalam website resminya mengemukakan setiap danau kawah ini memiliki mitos masing-masing. Tiwu Ata Mbupu atau danau tempatnya jiwa orang tua atau leluhur yang biasanya berwarna biru. Tiwu Koofai Nuwamuri tempat jiwa anak muda yang biasanya berwarna hijau dan berubah-ubah warna. Sementara Tiwu Ata Polo, tempatnya jiwa orang yang semasa hidupnya sering melakukan kejahatan dan biasanya berwarna merah kecoklatan.
Saat ini evaluasi tingkat aktivitas Gunung Kelimutu akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Masyarakat pun diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.


















