Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Program Makan Bergizi Gratis Sasar 1,7 Juta Anak dan Ibu Hamil di NTB

Program Makan Bergizi Gratis Sasar 1,7 Juta Anak dan Ibu Hamil di NTB
Uji coba makan bergizi gratis pada siswa SD. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) mematangkan persiapan untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis mulai Januari 2025. Program makan bergizi gratis di NTB akan menyasar 1,7 juta anak dan ibu hamil.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB Aidy Furqan menyebutkan sesuai Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 9 Oktober 2024 terdapat 1,2 juta anak TK, SD, SMP dan SMA sederajat yang akan menjadi sasaran program makan bergizi gratis.

Jika termasuk balita, ibu hamil dan santri pondok pesantren, sasarannya sebanyak 1,7 juta orang berdasarkan data Korem 162/WIra Bhakti.

1. Buat peta zonasi untuk distribusi per kabupaten/kota

Ilustrasi makan bergizi gratis. (Dok. Diskominfo Kota Surabaya)
Ilustrasi makan bergizi gratis. (Dok. Diskominfo Kota Surabaya)

Aidy menjelaskan Dinas Dikbud NTB sedang membuat peta zona untuk distribusi per kabupaten/kota di NTB. Nantinya, balita, anak TK dan siswa SD kelas 1,2,3 akan mendapatkan sarapan gratis. Sedangkan siswa SD kelas 3,4,6 hingga pelajar SMA akan mendapatkan makan siang gratis.

"Kalau sarapan untuk anak TK dan SD kelas 1,2 dan 3. Di atas itu untuk makan siang. Maka saya tawarkan tadi, kalau makan siang pada pukul 12.00 atau 12.30, maka kemungkinan yang diusulkan untuk makan siang full sampai hari Jumat," kata Aidy di Mataram, Rabu (4/12/2014).

Aidy menambahkan Dinas Dikbud NTB membuat peta simulasi untuk distribusi dan pengaturan jadwal makan bergizi gratis. Sedangkan perangkat daerah lainnya memastikan pasokan suplai bahan baku untuk program makan bergizi gratis seperti Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Kelautan dan Perikanan.

2. Bahas hulu dan hilir

Ilustrasi kotak makan siang (www.pinterest.com)
Ilustrasi kotak makan siang (www.pinterest.com)

Sementara, Sekda NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan sudah ada gambaran yang jauh lebih progresif dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) NTB terkait pelaksanaan program makan bergizi gratis. Dia mengatakan telah dibahas dari hulu hingga hilir terkait kesiapan pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

"Hulu dan hilir kita bahas termasuk bagaimana penyediaan komoditinya, bahan pangan, bagaimana polanya dengan pelibatan koperasi. Bagaimana target grup sekolah yang jadi sasaran. Saya perintahkan penyusunan peta sekolah sehingga bagaimana pendistribusiannya," terang Gita.

3. Antisipasi melonjaknya harga bahan baku

ilustrasi uang (freepik.com/reezky11)
ilustrasi uang (freepik.com/reezky11)

Gita menjelaskan perangkat daerah sudah diminta mengantisipasi lonjakan permintaan bahan baku komoditas pertanian, peternakan dan perikanan untuk program makan bergizi gratis. Jangan sampai ketika program ini berjalan, terjadi lonjakan harga komoditi.

Dia mengatakan produksi pertanian, peternakan dan perikanan di NTB cukup aman. Namun yang perlu diwaspadai jangan sampai komoditi yang dibutuhkan tersedot ke luar NTB. Sehingga dapat memicu terjadinya inflasi.

"Ini saya sudah minta dikaji dari awal tentang kemampuan produksi dan harus ada inovasi. Kemudian dalam rangka pemenuhan ini harus ada bagaimana intensifikasi dan ekstensifikasi produksi komoditi kita," ucap Gita.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Muhammad Nasir
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

Lantik Pengurus di Kupang, Zulhas: PAN Lahir Bukan untuk Nyapres!

16 Mei 2026, 11:42 WIBNews