Pria 19 Tahun di Mataram Tewas Usai Duel karena Persoalan Utang

- Seorang pria 19 tahun di Mataram tewas usai duel dengan pria 23 tahun akibat persoalan utang yang melibatkan keluarga korban.
- Korban sempat dibawa ke RSUD Kota Mataram namun dinyatakan meninggal, dan jenazahnya diautopsi di RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab kematian.
- Polisi telah mengamankan terduga pelaku serta barang bukti, dan masih menunggu hasil autopsi guna mendalami motif serta kronologi kejadian.
Mataram, IDN Times - Peristiwa tragis menimpa seorang pria inisial RI (19), warga Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Diatewas usai terlibat duel dengan pria berinisial AM (23) di kawasan kos-kosan wilayah Pagesangan, Kota Mataram pada Jumat malam (22/5/2026).
Peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan utang piutang yang melibatkan keluarga korban. Berdasarkan informasi, awalnya AM mendatangi wilayah Ampenan untuk menagih utang kepada ibu mertua korban. Tidak lama berselang, RI mendatangi tempat kos AM di Kelurahan Pagesangan, lokasi yang menjadi tempat terjadinya perkelahian.
1. Korban datang membawa senjata tajam

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban datang sambil membawa dua senjata tajam. Namun saat bentrokan terjadi, tidak terlihat adanya penggunaan senjata tajam oleh kedua pihak. Dalam perkelahian itu, korban disebut sempat beberapa kali memukul terduga pelaku.
“Beberapa saat setelah perkelahian berlangsung, korban tiba-tiba jatuh dan pingsan. Penyebab pastinya masih belum diketahui,” kata salah seorang sumber di lokasi kejadian.
Melihat korban tergeletak, warga dan saksi yang berada di sekitar tempat kejadian langsung membawa RI ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
2. Jenazah korban dilakukan autopsi

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut kejadian terjadi sekitar pukul 20.30 WITA.
“Begitu menerima informasi, piket fungsi Polresta Mataram langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan terduga AM berikut sejumlah barang bukti di lokasi,” jelas Made Dharma.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, jenazah RI kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Mataram guna menjalani proses autopsi. Pihak keluarga korban juga telah difasilitasi untuk membuat laporan polisi sebagai dasar penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian korban.
3. Dalami penyebab kematian dan motif

Made Dharma menambahkan bahwa hingga saat ini, polisi masih mendalami kronologi lengkap dan motif pasti peristiwa tersebut, termasuk menunggu hasil autopsi dari tim medis forensik RS Bhayangkara Mataram.
Dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. "Kami meminta masyarakat menahan diri dan mempercayakan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” tandasnya.


















