Menhub Permudah Izin Investor Kanada Operasikan Seaplane di NTB

- Menhub Dudy Purwagandhi mempermudah izin operasional seaplane bagi investor Kanada PT Aman Air untuk membuka rute penerbangan wisata dari Bendungan Batujai menuju berbagai destinasi di NTB.
- Pemerintah Provinsi NTB dan PT Aman Air menandatangani MoU sebagai langkah awal persiapan pembukaan waterbase seaplane di Lombok Tengah guna mendukung konektivitas pariwisata kepulauan.
- Seaplane diharapkan menjadi alternatif transportasi premium bagi wisatawan berdaya beli tinggi, meski beberapa izin lingkungan seperti area konservasi masih menunggu persetujuan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Mataram, IDN Times - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mempermudah perizinan operasional seaplane atau pesawat amfibi yang diajukan investor Kanada PT Aman Air. Perusahaan itu akan membuka sejumlah rute penerbangan pesawat amfibi dari Bendungan Batujai Lombok Tengah yang dijadikan waterbase atau bandar udara perairan menuju lima destinasi wisata kepulauan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Regulasinya kami memudahkan para pengelola untuk bisa mengoperasikan pesawat seaplane. Jadi regulasi itu kita berikan keleluasaan atau kemudahan kepada para pengelola resort, atau pengelola wisata untuk bisa memiliki atau mengoperasikan seaplane di NTB," kata Dudy usai rapat koordinasi bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Forkopimda NTB di Mataram, Sabtu (28/2/2026).
1. Diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata NTB

Dudy berharap dengan beroperasinya seaplane di sejumlah destinasi wisata, akan semakin meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata NTB. Rencananya, PT Aman Air akan menggunakan Bendungan Batujai sebagai waterbase.
Dari Bendungan Batujai, pesawat amfibi milik PT Aman Air akan melayani penumpang atau wisatawan menuju kawasan Gili Trawangan, Lombok Utara. Kemudian kawasan Kuta Mandalika, Lombok Tengah.
Selain itu juga menuju kawasan Gili Balu' di Kabupaten Sumbawa Barat. Selanjutnya, menuju kawasan Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, kawasan wisata hiu paus di Teluk Saleh Kabupaten Sumbawa dan Pulau Satonda di Kabupaten Dompu.
"Harapannya dengan regulasi yang lebih mudah, kita bisa meningkatkan pertumbuhan pariwisata dan memanfaatkan wilayah laut sebagai salah satu alternatif penggunaan seaplane ini," kata dia.
2. Gubernur dan investor teken MoU investasi seaplane di NTB

Sementara, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pada hari ini juga dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan investor terkait investasi seaplane tersebut. Dengan ditandatangani MoU, menandai dimulainya persiapan untuk pembukaan waterbase seaplane di Bendungan Batujai, Lombok Tengah
"Jadi mulai saat ini persiapannya itu resmi meskipun penjajakan sudah lama dilakukan. Tapi dengan MoU ini maka persiapan untuk ke arah mulainya penerbangan seaplane dari Lombok ke destinasi-destinasi wisata kepulauan secara sistematis dimulai persiapannya," kata Iqbal.
3. Alternatif transportasi bagi wisatawan sultan

Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTB Lalu Moh. Faozal mengatakan kehadiran seaplane di NTB merupakan alternatif moda transportasi bagi wisatawan sultan yang punya banyak duit. Dengan adanya seaplane, wisatawan akan semakin mudah menuju destinasi wisata unggulan di NTB seperti Gili Trawangan, Mandalika, Pulau Moyo, Teluk Saleh, dan Satonda.
Dia menjelaskan investor asal Kanada itu telah menyelesaikan perizinan terkait penggunaan Bendungan Batujai Lombok Tengah sebagai waterbase ke Kementerian Pekerjaan Umum.
Untuk izin operasional dari Kementerian Perhubungan sudah tidak menjadi masalah. Namun, kata mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB itu, izin take off dan landing di Gili Trawangan belum keluar karena itu wilayah konservasi.
"Memang izin berikutnya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk kelayakan ruang laut. Dari pihak Aman Air, sedang melakukan finalisasi feasibility study di Kementerian Perhubungan dan KKP. Kalau Kemenhub sudah tidak ada isu, yang masih di KKP," terang Faozal.


















