Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penuhi Kebutuhan Nasional, 16.300 Sapi Bima Dipasok ke Luar Daerah

Penuhi Kebutuhan Nasional, 16.300 Sapi Bima Dipasok ke Luar Daerah
Ilustrasi ternak sapi (Dok/Istimewa)

Bima, IDN Times - Sebanyak 16.300 ekor hewan dari Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dikirim keluar daerah untuk penuhi kebutuhan nasional 2024. Belasan ribu hewan ini dikirim ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan sejumlah deerah lain.

"Kuota pengiriman hewan kita ke luar daerah 16.300 untuk kebutuhan pasar dan kurban. Lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang saat itu hanya 14 ribu ekor," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Bima, Joko Agus Guyanto dikonfirmasi Senin (29/4/2024).

1. Pengiriman lewat jalur darat dan laut

Ilustrasi jual beli sapi di Pasar Ternak Selagalas Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi jual beli sapi di Pasar Ternak Selagalas Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Agus mengatakan, rincian hewan ini terdiri dari 14.450 ekor sapi dan 850 ekor kerbau. Pengirimannya mulai digulirkan sejak awal tahun 2024 lalu dengan menggunakan jalur darat dan laut.

Pengiriman melalui jalur darat menggunakan fuso dan mobil tronton. Sedangkan jalur laut menggunakan sejumlah kapal ferry dan armada sejenis lainnya.

"Pengirimannya menggunakan jalur laut dan darat. Sekarang masih dalam tahap pengiriman," bebernya.

2. Terkirim baru 7 ribu ekor

Ilustrasi hewan kurban. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi hewan kurban. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Hingga pada Senin (29/4/2024), jumlah hewan yang berhasil dipasok sebanyak 7 ribu ekor. Sementara 9.300 ekor lainnya masih dalam proses dan persiapan pengiriman.

"Sekitar 7 ribu ekor yang sudah berhasil dikirim. Sisanya dalam proses," terangnya.

Agus memastikan ribuan hewan yang telah dikirim telah penuhi semua persyaratan. Mulai dari surat jalan dan perizinan pengiriman, hingga kesehatan hewan.

"Ada beberapa ekor yang gagal dikirim karena positif penyakit, tapi saya lupa nama penyakitnya," jelas dia.

3. Tahun lalu peternak banyak yang rugi

ilustrasi merugi (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi merugi (pexels.com/Karolina Grabowska)

Sementara itu, Oyan salah satu koordinator penjual hewan mengatakan, tingkat pengiriman sapi khusus di Kecamatan Bolo tahun ini menurun dibandingkan 2023 lalu. Karena para peternak tidak lagi mendapat dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sapi dari bank.

Kemudian tidak sedikit juga karena para peternak khawatir rugi. Sebab pengalaman tahun 2023 lalu, banyak hewan yang didatangkan dari Bima tidak terjual saat Iduladha.

"Sehingga sapi terpaksa dipasarkan degan harga murah. Ujungnya rugi," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Linggauni -
Juliadin JD
EditorJuliadin JD
Follow Us

Latest News NTB

See More

Pemerintah Kucurkan Rp12 Triliun untuk Pendidikan di NTT

10 Mei 2026, 20:27 WIBNews