Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

NTB Targetkan 2,6 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis Sepanjang 2026

NTB Targetkan 2,6 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis Sepanjang 2026
Ilustrasi cek kesehatan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan sebanyak 2,663 juta warga ikut program cek kesehatan gratis (CKG) pada 2026. Pada tahun lalu, sebanyak 1,47 juta warga yang menjalani pemeriksaan gratis dari 1,53 juta pendaftar.

"Pada tahun 2026, ditargetkan sebanyak 2,663 juta jiwa atau 46 persen dari total penduduk NTB harus mendapatkan layanan skrining ini," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri di Mataram, Jumat (8/5/2026).

1. Sasar bayi hingga lansia

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Lalu Hamzi Fikri. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Lalu Hamzi Fikri. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Fikri menjelaskan sasaran CKG tahun ini sangat luas mulai dari bayi hingga lanjut usia (lansia). Masyarakat dapat mengakses layanan ini di Puskesmas, Pustu, Posyandu, hingga melalui layanan komunitas di berbagai acara (event) besar di NTB.

"CKG adalah upaya skrining untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini. Ini adalah hak setiap masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis di seluruh faskes. Seluruh data pasien akan terekam secara digital melalui aplikasi SatuSehat Indonesia," jelasnya.

2. Sebanyak 1,47 juta warga NTB lakukan cek kesehatan gratis pada 2025

IMG_20251109_073428.jpg
Seorang lansia mengikuti cek kesehatan gratis pada layanan Speling Melesat di CFD Jalan Menteri Supeno Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Fikri menyebutkan berdasarkan data Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), sejak pencanangan pada 10 Februari hingga 29 Desember 2025, tercatat sebanyak 1.532.919 masyarakat NTB telah mendaftar dalam program CKG. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.473.467 masyarakat hadir menjalani pemeriksaan atau sebesar 96,12 persen dari total pendaftar.

Dari target cakupan sebesar 36 persen dari total penduduk, hingga akhir Desember 2025 cakupan layanan CKG di NTB telah mencapai 25,71 persen. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan, serta dukungan lintas sektor.

Dia mengungkapkan terdapat kendala berupa tingkat ketidakhadiran peserta yang sudah mendaftar melalui aplikasi SatuSehat Mobile atau WhatsApp Chatbot Kemenkes RI, namun tidak datang sesuai jadwal pemeriksaan. Pihaknya mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan program ini dengan baik demi peningkatan derajat kesehatan di NTB dan Indonesia secara umum.

Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis dapat dilakukan melalui tiga cara. Pertama melalui Aplikasi SatuSehat Mobile yang dapat diunduh di PlayStore/AppStore. Kedua melalui Whatsapp Chatbot Kemenkes RI di nomor 0811-1050-0567. Ketiga melalui pendaftaran langsung di Puskesmas terdekat dengan membawa kartu identitas diri.

3. Lima masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tertinggi di NTB

Ilustrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
Ilustrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) (IDNTimes/Tunggul Damarjati)

Selain capaian kuantitatif, hasil skrining CKG juga memberikan gambaran penting terkait tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat NTB. Berdasarkan data skrining, kata Fikri, terdapat lima masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi di Provinsi NTB.

Pertama, kurang Aktivitas Fisik (95,01 persen), menjadi masalah kesehatan paling dominan dan ditemukan hampir di seluruh kabupaten/kota. Kedua, kebugaran Kurang pada Remaja (80,09 persen), menunjukkan sebagian besar usia sekolah memiliki tingkat kebugaran di bawah standar. Ketiga, masalah Gigi dan Karies (42,21 persen),dengan prevalensi tinggi terutama pada kelompok usia sekolah.

Keempat, anemia pada Remaja (40,39 persen), yang menjadi perhatian serius karena berdampak pada kesehatan dan kualitas generasi muda. Kelima, anemia pada Calon Pengantin (30,51 persen), yang merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya stunting di Provinsi NTB. Selain itu, setelah deteksi dini dengan inspekulo ditemukan 38 kasus kecurigaan yang mengarah ke kanker leher rahim, yang selanjutnya telah diarahkan untuk mendapatkan tindak lanjut dan rujukan sesuai standar pelayanan kesehatan.

Dia mengatakan hasil CKG tidak hanya mencerminkan capaian layanan, tetapi juga menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan dan intervensi kesehatan ke depan. Program ini, kata dia, memberikan gambaran nyata kondisi kesehatan masyarakat NTB.

Tingginya partisipasi masyarakat serta temuan masalah kesehatan seperti kurang aktivitas fisik, anemia, dan kesehatan gigi menjadi dasar bagi kami untuk memperkuat upaya promotif dan preventif. "Data ini akan kami gunakan untuk menyusun intervensi yang lebih terarah dan berkelanjutan, termasuk dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata dia.

Jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kanker, serta pemeriksaan kesehatan indera (mata, telinga, dan gigi). Masyarakat juga akan mendapatkan penjelasan terkait hasil pemeriksaan dan langkah lanjutan jika ditemukan masalah kesehatan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

NTB Targetkan 2,6 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis Sepanjang 2026

08 Mei 2026, 15:31 WIBNews