Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dua Lurah di Kupang Dianiaya usai Digrebek Berduaan

Dua Lurah di Kupang Dianiaya usai Digrebek Berduaan
Ilustrasi TKP (pexels.com/katwilcox)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Dua lurah di Kota Kupang, RT dan LA, dianiaya keluarga setelah digerebek sedang berduaan di rumah LA pada dini hari Jumat, 3 April 2026.
  • Polisi segera datang ke lokasi, mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly, serta mulai menyelidiki dugaan tindak pidana terkait insiden tersebut.
  • Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan akan menunggu hasil penyelidikan dan memberi sanksi disiplin ASN jika terbukti ada pelanggaran dari kedua lurah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - RT (57) dan LA (43), dua lurah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami babak belur akibat diamuk keluarga yang menggerebek keduanya sedang berduaan. Peristiwa pada Jumat (3/4/2026) dini hari ini terjadi di rumah perempuan tersebut, LA, di Perumahan Tanah Merah, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo.

Pihak keluarga saat itu menggerebek kedua lurah ini yang berada pada satu rumah tanpa ada siapa pun saat itu. Hal tersebut membuat keluarga marah hingga meluapkan emosi pada keduanya hingga dilarikan ke rumah sakit.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, juga telah memberikan respons mengenai peristiwa yang melibatkan dua bawahannya yang bukan pasangan suami istri.

1. Datang ke rumah yang sepi

Ilustrasi pemukulan (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi pemukulan (IDN Times/Mardya Shakti)

Kejadian ini bermula saat RT yang adalah lurah di salah satu wilayah di Kota Kupang datang bertemu LA yang adalah pelaksana tugas (Plt) lurah. Saat itu keduanya sendiri karena suami dan anak-anak LA sedang berada di Kelurahan Lasiana.

Penggerebekan kemudian dilakukan oleh keluarga LA karena telah lama muncul kecurigaan adanya hubungan khusus antara keduanya.

Suami LA yang sedang berada di rumah keluarga karena sakit mendapat informasi kedatangan RT ke rumahnya sehingga ia pulang. Setibanya di rumah, informasi tersebut benar dan membuktikan kecurigaannya hingga memicu kemarahan keluarga. Situasi saat itu langsung memanas hingga terjadi penganiayaan tersebut.

2. Polisi evakuasi ke rumah sakit

Ilustrasi pasien di rumah sakit (https://www.pexels.com/Tima%20Miroshnichenko)
Ilustrasi pasien di rumah sakit (https://www.pexels.com/Tima%20Miroshnichenko)

Peristiwa ini terjadi di tengah patroli intensif 23 personel Ditsamapta Polda NTT dalam masa Paskah yang menyasar pemukiman, tempat ibadah, hingga pusat keramaian.

Kasubdit Penmas Polda NTT Kompol Marten Ardjon menyebut tim patroli yang mendapat informasi tersebut langsung ke lokasi dan mengamankan situasi. Tim ini juga yang mengevakuasi kedua korban guna meredam emosi keluarga di lokasi kejadian.

Sementara dalam kejadian ini kondisi dalam rumah tersebut sudah berantakan dan kedua lurah tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly untuk mendapatkan perawatan.

Ditres PPA dan PPO Polda NTT juga telah mulai mendalami kasus ini, termasuk dugaan tindak pidana lain yang berkaitan.

3. Tanggapan Wali Kota Kupang

IMG-20251016-WA0029.jpg
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, respon prostitusi pelajar SMP. (Dok Humas Pemkot Kupang)

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, juga telah menanggapi kejadian tersebut. Ia akan menunggu penyelidikan dan pihak kepolisian. Selain itu ia menegaskan pula soal sanksi tegas yang akan ia berikan jika keduanya terbukti melakukan pelanggaran disiplin ASN dalam kasus ini.

“Saya cek dan kalau benar, saya minta BKPPD tindak tegas sesuai hukuman disiplin ASN yang berlaku,” tegasnya dalam pesan singkat, Minggu (5/4/2026).

Sementara keduanya diketahui belum membuat laporan resmi mengenai kasus penganiayaan yang mereka alami malam itu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More