Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Para pelamar kerja atau pencari kerja mendatangi Job Fair NTT 2026 di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

  • BPS mencatat pengangguran NTT mencapai 106,59 ribu orang pada Agustus 2026, naik 4,16 ribu dalam setahun; TPT meningkat dari 3,31 persen menjadi 3,42 persen.
  • Penduduk usia kerja mencapai 4,16 juta orang, dengan 3,11 juta angkatan kerja dan 3,01 juta bekerja. Kenaikan angkatan kerja 23,18 ribu melampaui tambahan pekerja 19,02 ribu.
  • TPT perempuan 3,52 persen lebih tinggi daripada laki-laki 3,34 persen. Pengangguran perkotaan mencapai 6,24 persen, sedangkan perdesaan 2,07 persen; TPAK turun menjadi 74,78 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jumlah pengangguran di Nusa Tenggara Timur mencapai 106,59 ribu orang pada Agustus 2026, naik 4,16 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. TPT tercatat 3,42 persen.
  • Who?
    BPS Provinsi NTT melaporkan data tersebut melalui Kepala BPS NTT Matamira B. Kale. Pengangguran perempuan mencatat TPT 3,52 persen, lebih tinggi daripada laki-laki 3,34 persen.
  • Where?
    Data mencakup Provinsi Nusa Tenggara Timur. TPT di wilayah perkotaan sebesar 6,24 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 2,07 persen pada Agustus 2026.
  • When?
    Perhitungan mengacu pada kondisi Agustus 2026 dan dibandingkan dengan Agustus 2025. BPS Provinsi NTT merilis data tersebut pada 5 November 2026.
  • Why?
    Jumlah pengangguran bertambah karena kenaikan angkatan kerja sebanyak 23,18 ribu orang tidak sepenuhnya terserap, meski jumlah penduduk bekerja meningkat 19,02 ribu orang.
  • How?
    BPS mencatat penduduk usia kerja mencapai 4,16 juta orang, dengan 3,11 juta orang angkatan kerja dan 3,01 juta orang bekerja. TPAK tercatat 74,78 persen, turun dari 75,55 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di NTT, orang yang belum punya kerja naik jadi 106,59 ribu orang pada Agustus 2026. BPS bilang ada 4,16 ribu orang tambahan yang belum bekerja. Perempuan lebih banyak belum bekerja daripada laki-laki. Di kota, orang yang belum bekerja juga lebih banyak daripada di desa. Sekarang banyak orang bekerja, tapi belum semua dapat pekerjaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Jumlah pengangguran di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah 4,16 ribu orang dalam setahun. Badan Pusat Statistik (BPS), dalam berita resmi statistik yang dirilis 5 November 2026 mencatat, jumlah pengangguran di provinsi tersebut mencapai 106,59 ribu orang pada Agustus 2026.

Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, mengatakan penambahan jumlah pengangguran tersebut terjadi dibandingkan Agustus 2025. Sejalan dengan itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTT juga mengalami kenaikan dari 3,31 persen menjadi 3,42 persen.

"Jumlah pengangguran di NTT naik 4,16 ribu orang sehingga totalnya kini mencapai 106,59 ribu orang. Dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTT pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,42 persen, naik 0,11 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 3,31 persen," paparnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (6/11/2026).

1. Angkatan kerja bertambah, pengangguran ikut Naik

Para pelamar kerja atau pencari kerja mendatangi Job Fair NTT 2026 di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

BPS mencatat jumlah penduduk usia kerja di NTT pada Agustus 2026 mencapai 4,16 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,11 juta orang termasuk angkatan kerja, sedangkan 1,05 juta orang lainnya bukan angkatan kerja.

Jumlah angkatan kerja bertambah 23,18 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Sementara itu, penduduk yang bekerja mencapai 3,01 juta orang atau meningkat 19,02 ribu orang dalam setahun.

"Jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan sebanyak 23,18 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 3,01 juta orang atau bertambah 19,02 ribu orang dalam setahun," jelas Matamira.

Meski jumlah penduduk bekerja meningkat, penambahan angkatan kerja yang tidak sepenuhnya terserap ke lapangan pekerjaan membuat jumlah pengangguran ikut bertambah.

2. TPT Perempuan Lebih Tinggi daripada Laki-laki

Para pelamar kerja atau pencari kerja mendatangi Job Fair NTT 2026 di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran terbuka di NTT lebih tinggi dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Pada Agustus 2026, TPT perempuan tercatat sebesar 3,52 persen, sedangkan laki-laki sebesar 3,34 persen.

Kesenjangan tersebut juga terlihat dalam dua tahun sebelumnya. Pada Agustus 2024, TPT perempuan tercatat 3,16 persen dan laki-laki 2,91 persen. Sementara pada Agustus 2025, TPT perempuan mencapai 3,43 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebesar 3,21 persen.

"Ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran perempuan di NTT secara konsisten lebih tinggi dibandingkan laki-laki selama periode Agustus 2024 hingga Agustus 2026," kata Matamira.

3. Pengangguran di perkotaan lebih tinggi

Para pelamar kerja atau pencari kerja mendatangi Job Fair NTT 2026 di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

BPS juga mencatat kesenjangan tingkat pengangguran berdasarkan wilayah tempat tinggal. Pada Agustus 2026, TPT di perkotaan NTT mencapai 6,24 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang sebesar 2,07 persen.

Kondisi di perkotaan memburuk dibandingkan Agustus 2025 ketika TPT tercatat sebesar 5,26 persen. Sebaliknya, tingkat pengangguran di perdesaan justru menurun dari 2,48 persen menjadi 2,07 persen.

"Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pengangguran di NTT masih lebih besar terjadi di wilayah perkotaan," ungkap Matamira.

Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) NTT mengalami penurunan. Pada Agustus 2026, TPAK tercatat sebesar 74,78 persen, lebih rendah dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 75,55 persen.

Editorial Team

Related Article