Mataram, IDN Times - Pendapatan city hotel di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada awal 2026 terjun bebas. Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa Kurniawan menyebut pendapatan turun hingga 50 persen. Hingga April 2026, okupansi hotel di Kota Mataram rata-rata di angka 30 persen. Penurunan pendapatan dan masih rendahnya okupansi disebabkan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang masih berlanjut pada 2026 ini.
"Jadi input dari teman-teman hotel di Kota Mataram yang memang mengandalkan MICE karena punya kapasitas ruang pertemuan yang besar dan kamar yang banyak, itu mereka sangat down pendapatannya. Terjun bebas, turunnya bisa 50 persen lebih dibanding tahun sebelumnya," kata Made Adiyasa dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (25/4/2026).
