Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkab Lotim Siapkan Anggaran Tak Terduga untuk Antisipasi PMK

Pemkab Lotim Siapkan Anggaran Tak Terduga untuk Antisipasi PMK
Petugas lakukan pemeriksaan kesehatan sapi. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Share Article

Lombok Timur, IDN Times - Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sampai saat ini masih belum terbebas dari infeksi Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada ternak sapi. Hal itu terungkap setelah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim menemukan adanya indikasi ternak sapi tertular di sejumlah peternak. 

Hal ini menyebabkan Lotim belum terbebas dari penyakit mematikan pada hewan ternak tersebut. Selain itu, Lotim menjadi wilayah sangat rentan penyebaran PMK secara meluas. Pemkab Lotim akan mentiapkan anggaran dari dana tak terduga untuk mencegah virus pada hewan ternak itu semakin meluas.

1. Rentan tertular PMK

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Lotim, drh. Hultatang mengatakan, Lotim sangat rentan penyebaran PMK, sebab Lotim memiliki pasar hewan ternak yang merupakan salah satu terbesar di NTB. Sehingga pergerakan hewan ternak di pasar tersebut datang dari seluruh wilayah kabupaten dan kota di NTB sehingga sangat berpotensi penyebaran PMK. 

Selain itu, cuaca saat ini juga menjadi faktor risiko yang dapat memicu penyebaran penyakit. Hewan ternak yang baru lahir, yang belum mendapatkan imunitas, menjadi kelompok paling rentan terhadap infeksi.

“Kita temukan beberapa indikasi PMK, itu ditemukan di sejumlah kecamatan seperti Selong, Suela, Pringgasela, dan Sakra, rata-rata ditemukan tiga kasus,” ujar Hultatang.

2. Imbau masyarakat melapor

Ilustrasi ternak sapi. (IDN Times /Alfi Ramadhani)
Ilustrasi ternak sapi. (IDN Times /Alfi Ramadhani)

Dalam upaya pencegahan guna meminimalisir penularan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim meminta peternak untuk meningkatkan kesadaran. Jika ada ternak yang sakit, segera laporkan kepada petugas, jangan menunggu hingga kondisi memburuk. 

Selain itu, pihaknya juga telah melaporkan temuan indikasi kasus ini ke Pemerintah Provinsi NTB untuk diteruskan ke pemerintah pusat. 

"Kita tidak ingin lengah meskipun situasi saat ini belum signifikan, kewaspadaan dan tindakan pencegahan adalah kunci untuk mengendalikan penyebaran PMK," jelas Hultatang.

Hultatang mengatakan bahwa pihaknya melakukan pengawasan ketat terhadap ternak di setiap desa. Selain itu juga memberikan edukasi kepada peternak mengenai PMK dan pengobatan terhadap ternak yang terinfeksi. Kemudian melakukan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang ternak dan pemberian vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh ternak. 

"Kita telah meningkatkan pengawasan, serta melakukan edukasi dan pengobatan kepada hewan ternak," ujarnya. 

3. Siapkan pencegahan pakai dana tak terduga

Pj. Bupati Lotim, M. Juaini Taofik (IDN Times/Ruhaili)
Pj. Bupati Lotim, M. Juaini Taofik (IDN Times/Ruhaili)

Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur, M. Juaini Taufik, menegaskan komitmen pihaknya mendukung langkah pencegahan PMK. Untuk menangani persoalan ini, pihaknya memutuskan untuk memanfaatkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai salah satu opsi untuk mendukung penanggulangan penyakit tersebut.

Dengan populasi ternak yang mencapai 150 ribu ekor, penanganan PMK menjadi isu krusial yang harus segera diatasi.

"Kita siapkan anggaran dari dana tak terduga," ucapnya. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Ruhaili
Linggauni -
EditorLinggauni -
Ruhaili
EditorRuhaili

Latest News NTB

See More

Sampah Gili Trawangan Menggunung, Izin Insinerator Mendek di KLH

26 Jun 2026, 00:02 WIBNews