NTT Kena Dampak Tak Langsung Bibit Siklon 97S NTB

Kupang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Bibit Siklon Tropis 97S di Samudera Hindia, barat daya Nusa Tenggara Barat (NTB). Bibit Siklon ini berdampak tak langsung bagi cuaca wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai 14 - 20 November 2025.
BMKG melalui Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengimbau masyarakat NTT untuk waspada potensi hujan sedang hingga lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi sepekan ke depan. Pasalnya keberadaannya mampu memicu pembentukan awan hujan yang masif.
1. Peningkatan curah hujan

Sistem ini bergerak perlahan ke arah timur dengan kecepatan angin maksimum 15–20 knot atau sekitar 28 km/jam dan tekanan udara 1.007–1.009 hPa. Dampaknya, wilayah NTT akan mengalami peningkatan curah hujan signifikan, terutama di bagian selatan dan timur provinsi ini.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek, menyampaikan kondisi atmosfer dan kelembaban udara yang tinggi saat ini sangat mendukung pertumbuhan awan hujan, ditambah adanya konvergensi angin di barat NTT. Kondisi ini semakin dipengaruhi lagi Bibit Siklon 97S.
“Bibit Siklon Tropis 97S di perairan barat daya NTB berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Masyarakat NTT diimbau meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
2. Hujan berdurasi panjang bisa memicu banjir

Secara umum, cuaca di NTT pada 14–17 November, akan didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan di sebagian besar wilayah. Untuk potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi khususnya di Pulau Flores, Pulau Adonara, Lembata, Alor, Pantar, serta sebagian Pulau Timor bagian selatan.
Kemudian memasuki 18–20 November, pola serupa berlanjut dengan intensitas hujan cenderung meningkat di wilayah pesisir dan dataran rendah.
Untuk itu ia meminta masyarakat ekstra waspada terutama yang dekat dengan topografi berbukit curam, juga terhadap hujan dengan durasi panjang yang bisa memicu longsor hingga banjir bandang.
3. Imbauan bagi masyarakat

Peringatan cuaca ekstrem ini, kata dia, wajib diperhatikan karena berpotensi memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, khususnya di daerah rawan seperti lereng gunung, tepi sungai, dan jalur lahar hujan harus dihindari saat hujan deras.
“Kalau ada kilat atau petir, segera cari tempat aman. Jangan berteduh di bawah pohon, jauhi tiang listrik, kolam, atau sungai. Matikan alat elektronik untuk mengurangi risiko tersambar,” pesannya.
Perkembangan informasi ini dapat dipantau melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi bmkg.go.id, atau media sosial BMKG NTT. Bagi yang berada di daerah rawan bencana, siapkan rencana evakuasi dini dan koordinasikan dengan BPBD setempat.
“Prakiraan ini bersifat dinamis. Jika ada perubahan signifikan, kami akan segera update. Hubungi Stasiun Meteorologi El Tari Kupang di (0380) 821368 untuk informasi real-time,” tutupnya.


















