Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Neraca Dagang NTB Semester I 2026 Surplus Rp22,38 T, Ini Penopangnya!
Ilustrasi neraca perdagangan. (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Neraca dagang NTB semester I 2026 surplus USD1,24 miliar atau Rp22,38 triliun, dengan ekspor USD1,287 miliar dan impor USD45,90 juta; ditopang konsentrat tembaga serta katoda PT AMMAN Mineral.
  • Inflasi tahunan NTB pada Juni 2026 mencapai 3,55 persen, sementara NTP tercatat 130,95 dan NTN 110,85; TPID menjalankan mitigasi untuk menjaga stabilitas harga pangan.
  • Ekonomi NTB tumbuh 13,64 persen secara tahunan pada triwulan I 2026; pengangguran turun menjadi 2,99 persen, kemiskinan 11,38 persen, dan pemerintah mendorong sektor potensial lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB mencatat neraca perdagangan Nusa Tenggara Barat pada semester I 2026 sebesar USD 1,24 miliar atau sekitar Rp22,38 triliun dengan kurs Rp18.029 per USD.

Nilai ekspor NTB sampai dengan Juni 2026 tercatat sebesar USD 1,287 miliar. Sedangkan nilai impor NTB pada semester I 2026 terjaga pada angka USD 45,90 juta, sehingga mencerminkan posisi surplus perdagangan yang kokoh.

"Kinerja ekspor ini tumbuh sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025, didorong oleh eksportasi konsentrat tembaga dan katoda dari smelter PT AMMAN Mineral," kata Kepala Kanwil DJPb NTB Ratih Hapsari Kusumawardani di Mataram, Sabtu (1/8/2026).

1. Inflasi tahunan mencapai 3,55 persen

Kepala Kanwil DJPB NTB Ratih Hapsari Kusumawardani. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) NTB itu juga mengatakan dari sisi stabilitas harga, NTB mencatatkan inflasi tahunan (y-o-y) sebesar 3,55 persen pada Juni 2026. Angka inflasi NTB sangat tipis di atas rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5%±1%.

Dia menjelaskan Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjalankan langkah-langkah mitigasi guna memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga bagi seluruh lapisan masyarakat NTB. Selain itu, indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan tren yang menggembirakan. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Juni 2026 tercatat sebesar 130,95, sementara Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat ke angka 110,85.

2. Sebut adanya perbaikan distribusi pendapatan masyarakat

Warga Desa Mekarsari kategori miskin ekstrem yang tinggal digubuk reot. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ratih menambahkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan menjadi 2,99 persen pada Februari 2026. Kemudian persentase penduduk miskin menurun menjadi 11,38 persen, dan Gini Ratio tercatat sebesar 0,364, yang mencerminkan adanya perbaikan dalam distribusi pendapatan masyarakat.

Pihaknya juga mencatat pertumbuhan ekonomi NTB pada Triwulan I 2026 mencatatkan angka yang sangat impresif sebesar 13,64 persen (y-o-y). Hal itu didorong secara signifikan oleh lonjakan ekspor dan peningkatan aktivitas sektor pertambangan, dengan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp52,62 triliun.

3. Dorong pengembangan sektor potensial

Kawasan The Mandalika, Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia mengatakan Pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan ini dengan mendorong pengembangan sektor-sektor potensial lain di NTB. Guna meningkatkan kesejahteraan yang nyata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat NTB.

"Dengan pengelolaan fiskal yang hati-hati, prudent, dan tepat sasaran, Pemerintah optimis NTB dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat sepanjang tahun 2026," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article