Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat Seluas 10 Hektare di Kupang

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat Seluas 10 Hektare di Kupang
Mensos Saifullah Yusuf tinjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat pertama di NTT. (Dok Kemensos RI)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Mensos Saifullah Yusuf meninjau pembangunan Sekolah Rakyat permanen pertama di NTT yang sudah mencapai 75 persen dan ditargetkan siap digunakan pada Juli mendatang.
  • Sekolah seluas 10 hektare ini berkapasitas 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA berbasis asrama, lengkap dengan laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas olahraga.
  • Penerimaan siswa difokuskan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem berdasarkan verifikasi pemerintah daerah, dengan target penuh 1.000 siswa pada tahun 2028.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Kupang, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah 75 persen. Ia menyampaikan ini saat meninjau langsung pembangunannya di Jalan Tilong Dam, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Minggu (31/5/2026).

Peninjauan dilakukan bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma. Saifullah menyebut dirinya ingin memastikan gedung sekolah ini sudah bisa digunakan pada Juli mendatang. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 10 hektare.

Berkapasitas seribu siswa dengan berbagai fasilitas

Seorang pejabat mengenakan helm proyek putih meninjau pembangunan gedung sekolah bersama tim konstruksi di Nusa Tenggara Timur.
Mensos Saifullah Yusuf tinjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat pertama di NTT. (Dok Kemensos RI)

Sekolah Rakyat permanen pertama di NTT ini dibangun di atas lahan seluas 10 hektare untuk kapasitas 1.000 siswa. Mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA berbasis asrama.

"Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang Provinsi NTT posisinya sudah mencapai dan mendekati 75 persen dan kita sudah melihat model dari asrama untuk siswa. Kita harapkan pembelajaran nanti bisa dimulai pada bulan Juli mendatang," kata Gus Ipul.

Sekolah ini akan memiliki asrama siswa dan guru, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga hingga sarana kegiatan ekstrakurikuler.

"Ini diharapkan menjadi bagian dari dukungan Sekolah Rakyat terhadap proses pembelajaran yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kelompok rentan," ujarnya.

2. Penetapan data dari pemerintah daerah

Beberapa pejabat mengenakan helm proyek putih sedang meninjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Timur.
Mensos Saifullah Yusuf tinjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat pertama di NTT. (Dok Kemensos RI)

Selanjutnya, penerimaan murid di Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang dilakukan bertahap yakni 300 hingga 400 siswa pada tahun pertama hingga memenuhi kapasitas 1.000 siswa pada 2028.

Syarat utama siswa yang akan diterima Sekolah Rakyat ini ialah yang akan berasal dari keluarga miskin ekstrem. Penentuannya berdasarkan verifikasi data kesejahteraan sosial yang ditetapkan pemerintah daerah. Untuk Sekolah Rakyat pertama di NTT ini ditentukan oleh Bupati Kupang.

"Yang bersekolah di sini adalah warga setempat yang ditetapkan oleh Bupati Kupang. Setelah data masuk diperiksa apakah benar-benar ada di desil satu dan memenuhi kriteria warga yang paling tidak mampu," ujar Gus Ipul.

3. Harap kabupaten lainnya menyusul

Rombongan pejabat mengenakan helm proyek meninjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Timur pada siang hari.
Mensos Saifullah Yusuf tinjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat pertama di NTT. (Dok Humas Pemprov NTT)

Ia mengatakan Kabupaten Kupang adalah kabupaten pertama di NTT persyaratan lahannya terpenuhi untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

"Untuk kesempatan pertama baru Kabupaten Kupang yang memenuhi syarat tanahnya untuk kemudian dibangun Sekolah Rakyat sehingga diharapkan kabupaten lainnya di NTT dapat segera berjalan," lanjut dia.

Untuk di Kabupaten Kupang sendiri, pihaknya yang mengusulkan sesuai koordinasi dengan pemerintah daerah untuk dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Pembangunan sekolah ini sejak awal juga telah mempertimbangkan ketersediaan air bersih, pasokan listrik hingga mitigasi bencana.

"Sudah dihitung semua bagaimana daya dukung airnya, bagaimana keamanannya dari bencana. Pasokan listrik sudah siap, semua sudah dihitung dan menjadi bagian dari kriteria," katanya lagi.

Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More