Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menkes Cek RSUD Kota Bima, Percepat Pusat Rujukan di Wilayah Timur NTB

Menkes Cek RSUD Kota Bima, Percepat Pusat Rujukan di Wilayah Timur NTB
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengecek progres pembangunan RSUD Kota Bima yang akan dijadikan pusat rujukan di wilayah timur NTB. (dok. Istimewa)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau RSUD Kota Bima untuk memastikan pembangunan, alat kesehatan, dan SDM sesuai standar dalam percepatan peningkatan rumah sakit menjadi pusat rujukan wilayah timur NTB.
  • Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memperkuat layanan kesehatan di Pulau Sumbawa agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rumah sakit di Mataram untuk penanganan penyakit serius seperti jantung dan kanker.
  • Peningkatan kelas RSUD Kota Bima dan RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir diharapkan membentuk sistem rujukan regional yang lebih mandiri, efisien, serta merata bagi warga NTB bagian timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bima, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin turun mengecek RSUD Kota Bima untuk percepatan menjadi pusat rujukan di wilayah timur Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/2/2026). Didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Menkes meninjau progres pembangunan serta kesiapan layanan di RSUD Kota Bima.

Kunjungan ini dalam rangka memastikan bahwa proses pembangunan fisik, pengadaan alat kesehatan, serta pemenuhan sumber daya manusia berjalan sesuai standar dan target peningkatan kelas rumah sakit. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen mempercepat penguatan RSUD Kota Bima sebagai pusat rujukan wilayah timur NTB.

Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan strategis peningkatan akses dan kualitas pelayanan rujukan di Pulau Sumbawa, yang mencakup peningkatan kelas RSUD Kota Bima menjadi Tipe C serta peningkatan kelas RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir di Kabupaten Sumbawa menjadi Tipe B, sesuai Permenkes Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.

1. Memastikan pembangunan RSUD Kota Bima sesuai standar

IMG-20260227-WA0047.jpg
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengecek progres pembangunan RSUD Kota Bima yang akan dijadikan pusat rujukan di wilayah timur NTB. (dok. Istimewa)

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kunjungannya ke Kota Bima dilakukan untuk memastikan secara langsung pelaksanaan pembangunan fisik RSUD Kota Bima berjalan sesuai dengan laporan yang diterima. Dia menegaskan pentingnya verifikasi lapangan agar pembangunan RSUD Kota Bima benar-benar memenuhi standar dan dapat berfungsi optimal.

Dengan penguatan sarana, peralatan medis, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, diharapkan masyarakat Pulau Sumbawa, khususnya Dompu dan Bima, tidak lagi harus dirujuk ke Mataram untuk mendapatkan layanan spesialistik.

Sementara, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan dukungan pemerintah pusat sejalan dengan langkah Pemprov NTB dalam menata dan meningkatkan kapasitas rumah sakit provinsi di Pulau Sumbawa. Termasuk penguatan RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir sebagai bagian dari sistem rujukan regional yang lebih kuat dan merata.

2. Kasus penyakit jantung masih banyak dirujuk ke Pulau Lombok

Gedung IGD Terpadu RSUD NTB di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Gedung IGD Terpadu RSUD NTB di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Iqbal mengatakan pada masa kampanye, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal - Indah Dhamayanti Putri alias Iqbal–Dinda berjanji menghadirkan keadilan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Komitmen tersebut kini diterjemahkan dalam kebijakan memperkuat rumah sakit rujukan di Pulau Sumbawa agar masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada layanan di Mataram.

Selama ini, kasus jantung intervensi, kemoterapi kanker, hemodialisis, hingga pemeriksaan patologi anatomi masih banyak dirujuk ke Lombok. Konsekuensinya adalah antrean panjang, biaya tambahan, serta risiko keterlambatan penanganan medis. Dalam konteks inilah, penguatan RSUD Kota Bima menjadi langkah korektif atas ketimpangan layanan kesehatan regional.

Secara struktural, NTB menghadapi beban penyakit yang tinggi. Penyebab utama kematian prematur adalah kanker, stroke, dan tuberkulosis, sementara penyakit tidak menular dan stunting mendominasi beban disabilitas.

Dengan jumlah penduduk mencapai 5,66 juta jiwa, NTB menghadapi beban penyakit yang signifikan. Berdasarkan data kesehatan provinsi, kanker menyumbang 83–192 ribu DALY per tahun, Stroke 80–118 ribu DALY, Tuberkulosis 72–140 ribu DALY, Stunting sekitar 131 ribu DALY dan penyakit jantung 40–69 ribu DALY.

3. Sistem rujukan regional yang kuat di Pulau Sumbawa

Ilustrasi pasien di RSUD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi pasien di RSUD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia menambahkan bahwa dengan penguatan RSUD Kota Bima dan peningkatan kelas RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir menjadi Tipe B, Pulau Sumbawa diharapkan memiliki sistem rujukan regional yang lebih mandiri dan efisien. Penguatan RSUD Kota Bima sebagai pusat rujukan wilayah timur NTB adalah kebijakan pelayanan kesehatan tidak boleh terkonsentrasi di satu pulau namun harus memastikan akses yang setara bagi seluruh warga, termasuk di wilayah timur NTB.

Dikatakan, dengan peningkatan kelas RSUD Kota Bima dan RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir, Pulau Sumbawa kini memiliki fondasi sistem rujukan regional yang lebih kuat dan mandiri.

Langkah ini, kata dia, mungkin belum menyelesaikan seluruh tantangan, tetapi arah kebijakannya sudah jelas yaitu mendekatkan layanan, mempercepat penanganan, dan menghadirkan keadilan kesehatan bagi masyarakat Pulau Sumbawa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More