Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Balita Hanyut di Selong Lotim, Jenazah Ditemukan di Pulau Moyo Sumbawa

Balita Hanyut di Selong Lotim, Jenazah Ditemukan di Pulau Moyo Sumbawa
Proses evakuasi balita asal Lombok Timur yang hanyut di saluran drainase ditemukan di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa. (dok. SAR Mataram)
Intinya Sih
5W1H
  • Balita asal Karang Sukun, Lombok Timur bernama M. Azril Filah Busairi (4) ditemukan meninggal di pesisir Pulau Moyo, Sumbawa setelah hanyut terbawa arus sejauh sekitar 60 mil laut.
  • Operasi pencarian dilakukan selama lima hari oleh tim SAR gabungan bersama berbagai unsur hingga akhirnya jasad korban ditemukan dan diserahkan kepada keluarga untuk proses identifikasi serta pemakaman.
  • Peristiwa bermula saat korban terseret arus drainase di depan SDN 1 Selong ketika bermain hujan, memicu operasi penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai hingga wilayah pesisir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mataram, IDN Times - Operasi SAR terhadap balita asal Karang Sukun, Kelurahan Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), M. Azril Filah Busairi (4), resmi ditutup pada Sabtu (28/2/2026). Jasad korban ditemukan oleh warga di pesisir pantai Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, setelah terbawa arus sejauh 60 Nautical Mile (NM) dari muara Sungai Selong, Lotim.

Koordinator Pos SAR Kayangan Lombok Timur, M. Darwis mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan di Pulau Moyo Sumbawa merupakan balita yang hanyut di Selong, Lotim. Dengan ditemukannya korban dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, maka Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup.

"Kami mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong. Jarak penemuan memang cukup jauh, sekitar 60 NM dari muara sungai," kata Darwis, Sabtu (28/2/2026).

1. Korban hilang hanyut di saluran drainase

IMG-20260228-WA0035.jpg
Proses evakuasi jenazah balita asal Lombok Timur yang hanyut di saluran drainase ditemukan di Pulau Moyo Kabupaten Sumbawa. (dok. SAR Mataram)

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang hanyut terseret arus di saluran drainase di depan SDN 1 Selong pada Selasa (24/2/2026). Pencarian intensif yang dilakukan selama lima hari, akhirnya membuahkan hasil berkat laporan warga setempat.

Titik terang keberadaan korban muncul pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Warga Pulau Moyo menemukan jasad balita tersangkut di akar bakau dengan ciri-ciri mengenakan kaos berwarna biru. Setelah dilakukan verifikasi oleh pihak keluarga, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Azril.

2. Jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit di Sumbawa

IMG-20260224-WA0045.jpg
Tim SAR gabungan melakukan pencarian balita yang hilang hanyut di saluran drainase di wilayah Kecamatan Selong Lombok Timur, Selasa (24/2/2026). (dok. SAR Mataram)

Darwin menambahkan bahwa pada Sabtu (28/2/2026) pagi, Tim SAR Gabungan bersama Tim Inafis Polres Sumbawa mendampingi pihak keluarga menuju lokasi penemuan jenazah korban di Pulau Moyo. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Sumbawa untuk prosedur medis dan identifikasi final sebelum diserahkan ke pihak keluarga pada pukul 12.00 WITA.

Darwis menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Pos SAR Kayangan, Pos SAR Sumbawa, Polres Sumbawa, Polres Selong, Unit SAR Lombok Timur, Damkarmat Lotim, Babinsa Selong, Bhabinkamtibmas Selong, Kompi 3 yon B Brimob Polda NTB, BPBD hingga warga Desa Sebotok yang berperan aktif dalam proses evakuasi.

3. Korban terseret arus saat bermain hujan

IMG_20260209_210212_181.jpg
Ilustrasi hujan lebat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sebelumnya, Kantor SAR Mataram melalui Pos SAR Kayangan Lombok Timur melakukan operasi pencarian terhadap balita yang dilaporkan hanyut tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterima dari Unit SAR Lombok Timur, korban terseret arus saat bermain hujan di pinggiran drainase depan SDN 1 Selong.

Darwis menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi kejadian pada pukul 09.10 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR gabungan diberangkatkan menuju lokasi kejadian pukul 10.49 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait.

Operasi pencarian dilakukan dengan metode penyisiran sepanjang aliran drainase serta pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Pencarian di Lombok Timur, tidak membuahkan hasil. Setelah dilakukan pencarian intensif selama lima hari, korban akhirnya ditemukan setelah terbawa arus cukup jauh di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News NTB

See More