Mengenal Program Studi Pendidikan Sendratasik di Universitas Hamzanwdi

Lombok Timur, IDN Times - Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), banyak kampus menyediakan program studi favorit yang menjadi incaran calon mahasiswa. Meski demikian, ada juga kampus yang menyediakan program studi yang agak berbeda dan terbilang kurang peminat. Salah satu program studi yang cukup langka di NTB yaitu program studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (Sendratasik).
Universitas Hamzanwdi (Unham) di Selong Lombok Timur, merupakan satu dari dua kampus yang ada di NTB yang telah membuka program studi ini. Program studi ini telah dibuka sejak 2013 lalu dan telah meluluskan sekitar 200 mahasiswa.
Program studi Sendratasik di Unham ini agak berbeda dengan program studi di kampus besar yang ada di Indonesia, karena fokus lulusannya untuk mencetak pendidik dan guru. Sementara yang ada di kampus lain merupakan program studi Sendratasik murni yang fokus lulusannya hanya mencetak praktisi.
1. Peluang kerja lulusan cukup besar

Pogram studi pendidikan Sendratasik ini memiliki peluang kerja cukup besar, karena program studi ini masih cukup langka, sehingga persaingan kerja pada program studi ini tidak terlalu banyak.
Koordinator Program Studi Pendidikan Sendratasik Fakultas Bahasa Seni dan Humaniora (FBSH) Unham, Alwan Hafiz mengatakan sejak dibuka 2013 lalu, kampus telah meluluskan sekitar 200 orang mahasiswa. Alwan menyebutkan lulusan pendidikan Sendratasik memiliki peluang kerja yang cukup besar, karena jumlah kebutuhan tenaga pendidik di sekolah tidak sebanding dengan jumlah lulusan yang dikeluarkan.
"Dibandingkan dengan jumlah sekolah yang ada, belum lagi ada sanggar dan lainnya, maka lulusan yang kita cetak masih sangat kurang. Karena guru dan pendidik seni ini bisa dipakai oleh semua jenjang sekolah, dari PAUD hingga SMA," terang Alwan.
Alwan mengatakan bahwa saat ini banyak mahasiswa yang baru menempuh semester 5 dan 6 sudah mengajar di sekolah-sekolah. Hal ini karena kebutuhan akan pengajar seni cukup banyak, namun peminatnya masih sedikit.
"Pada penerimaan PPPK kemarin, banyak lulusan kita yang sudah diterima jadi ASN PPPK," ungkap Alwan.
2. Tetap memberikan ruang mahasiswa untuk menjadi praktisi

Meskipun fokusnya hanya untuk pendidik dan guru seni, drama dan musik, tetapi kampus Unham tetap menyediakan ruang bagi mahasiswanya untuk menjadi praktisi. Bagi mahasiswa yang memiliki bakat dan kreativitas, maka akan diarahkan untuk menjadi praktisi. Sehingga peluang kerjanya tidak harus menjadi pendidik di sekolah, tetapi bisa membuka pekerjaan dengan bakat dan kreativitas masing-masing.
"Kita di kampus bukan hanya pendidik dan guru, tetapi ada praktisi seni, manajer seni dan instruktur seni. Memang paling banyak diminati pendidik, tapi ada juga yang menjadi praktisi seperti menjadi pelatih dan menjadi penghibur seni," imbuh Alwan.
3. Sediakan SDM yang mumpuni

Meskipun tergolong dalam program studi yang cukup langka, tetapi soal SDM tenaga pengajar tidak perlu diragukan lagi. Alwan mengatakan bahwa pihak kampus sangat konsen terhadap kualitas tenga pengajar mereka, meskipun secara jumlah masih belum mencukupi.
Kampus telah mengutus sejumlah tenaga pengajarnya untuk menempuh pendidikan S3 Sendratasik di luar dan dalam negeri. Selain itu, kampus juga mendukung tenaga pengajarnya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar seni, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
"Kita jumlah SDM sebenarnya masih kurang, makanya untuk penerimaan mahasiswa baru kita batasi hanya dua kelas setiap tahun, tapi soal kualitas tidak perlu diragukan," tutup Alwan.



















