Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dipakai Jemput Tamu di Bandara, Pemilik Mobil dengan Stiker BGN Minta Maaf

Dipakai Jemput Tamu di Bandara, Pemilik Mobil dengan Stiker BGN Minta Maaf
Mobil MBG diduga digunakan untuk menjemput tamu di Bandara Internasional Lombok. (dok. Istimewa)

Mataram, IDN Times - Pemilik mobil berstiker Badan Gizi Nasional (BGN) yang viral di media sosial karena digunakan menjemput tamu di Bandara Internasional Lombok, muncul memberikan klarifikasi. Pemilik mobil tersebut bernama Kalsum.

Kalsum menyampaikan klarifikasi dalam video berdurasi 4 menit 23 detik lewat akun Instagram @supiandi367. Supiandi merupakan orang yang meminjam mobil tersebut untuk menjemput ibunya yang baru pulang menjadi TKW dari Malaysia pada 26 Maret 2026 lalu.

1. Kendaraan yang disiapkan untuk bekerjasama dengan dapur MBG di Lombok Timur

IMG_20260403_194752_054.jpg
Pemilik mobil berstiker BGN Kalsum memberikan klarifikasi. (dok. Istimewa)

Kalsum mengatakan bahwa mobil tersebut merupakan miliknya yang dipersiapkan untuk bekerja sama dengan salah satu dapur makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Lombok Timur. Dia memasang stiker BGN di mobil tersebut sebagai bentuk kesiapan bekerja sama dengan dapur MBG.

Namun, hingga saat ini, mobil tersebut belum digunakan menjadi kendaraan operasional MBG. Karena dapur MBG yang akan menyewa mobil itu masih dalam proses pembangunan yang progresnya sekitar 85 persen.

"Mobil saya ini masih belum resmi digunakan dalam operasional MBG. Dikarenakan dapur yang akan menyewa mobil saya ini masih masih dalam proses pembangunan yang sekitar 85 persen sudah selesai," kata dia.

2. Dipinjam untuk menjemput TKW yang pulang dari Malaysia

Pintu masuk Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Pintu masuk Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kalsum mengatakan kejadian yang menjadi perhatian publik tersebut terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026 sekitar pukul 12:00 WITA. Dimana, mobilnya dipinjam oleh Supiandi untuk menjemput ibunya yang baru pulang dari Malaysia sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Dia mengaku khilaf karena kurang memahami bahwa mobil yang sudah menggunakan atribut atau stiker BGN tidak seharusnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Meski, kata dia, secara status belum resmi terkait kerja sama dengan dapur MBG.

"Oleh karena itu, saya dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati membantah berita yang mengatakan bahwa mobil MBG digunakan secara resmi untuk kepentingan pribadi. Karena faktanya, mobil ini belum bekerjasama dengan pihak MBG," kata dia.

Dia meminta maaf kepada BGN atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian tersebut. Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas beredarnya video yang menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

"Kejadian ini menjadi pelajaran yang berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati dan memahami aturan yang berlaku ke depannya," tambahnya.

Kalsum menambahkan bahwa mobilnya masih belum memiliki STNK dan nomor polisi. Mobil tersebut masih menggunakan plat kendaraan sementara karena masih dalam proses pengurusan administrasi di dealer. Dia menegaskan bahwa mobil tersebut masih belum menjadi bagian operasional MBG.

Sementara, Supiandi juga menyampaikan permohonan maaf terkait beredarnya mobil yang menggunakan stiker BGN untuk menjemput ibunya di Bandara Internasional Lombok yang baru pulang dari Malaysia. "Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada BGN dan calon mitra yang akan menggunakan mobil ini dan kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata dia.

3. BGN Regional NTB lakukan pengecekan lapangan

IMG-20260213-WA0045.jpg
Koordinator BGN Regional NTB Eko Prasetyo. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Koordinator BGN Regional NTB Eko Prasetyo mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut. Karena berdasarkan video klarifikasi tersebut bahwa mobil itu belum secara resmi terdata sebagai mobil yang disewakan di SPPG manapun yang telah ditetapkan BGN.

"Berdasarkan pengakuan tersebut juga menyampaikan mobil itu disiapkan untuk calon SPPG dalam proses pembangunan," kata Eko dikonfirmasi Jumat (3/4/2026).

Mobil berstiker BGN yang digunakan menjemput tamu di Bandara Internasional Lombok masih menggunakan plat putih, artinya kata Eko, mobil itu masih baru. Namun, pihaknya akan mengecek lokasi pemilik mobil untuk dilakukan verifikasi dan validasi.

Kejadian ini, kata Eko, menjadi bahan evaluasi untuk disampaikan ke pimpinan BGN terkait pengaturan stiker di mobil SPPG. Mobil MBG harus mencantumkan nama SPPG dan ID SPPG agar BGN lebih mudah mengidentifikasi. termasuk dengan jenis kendaraan dan nomor polisi yang terdata.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

Pendaki Asal Belgia Kecelakaan di Gunung Rinjani

04 Apr 2026, 21:43 WIBNews